Motivasi Menulis

Fakta Mengenai Suku Mante Dari Hutan Aceh

Menarik, Berikut adalah Fakta Mengenai Suku Mante Dari Hutan Aceh yang Dikatakan Menjadi Goblin - Suku Manter tiba-tiba teruja untuk dibicarakan sejak ditemui oleh jejak bermotor di pedalaman Aceh. Video menunjukkan angka yang sangat mirip dengan makhluk Goblin yang membawa kayu, dan nampaknya Suku Mante. Buat seketika mereka terkejut, seperti juga angka itu. Kemudian koleksi motosikal mengejar dan angka itu hilang di semak.
Suku Mante sendiri adalah suku yang dikhabarkan hampir pupus.


Berikut adalah SETIAP FAKTA yang akan membincangkan suku Mante yang mereka kata menyerupai Goblin:

Fakta 1: Telah dibincangkan pada tahun 1987

Ternyata suku mante telah dibahas pada halaman kompas pada 1987 dengan tajuk 'Found Again, the Mante Tribe in the Aceh Interior.'

"Umumnya, mereka tinggal di gua-gua, jurang gunung. Pada siang hari mereka berada di sungai-sungai di lembah," kata Gusnar seperti yang dikemukakan oleh Kompas harian, 18 Disember 1987.

Fakta 2: Ciri-ciri Tubuh Mante Tribe

Badan kerdil dengan ketinggian kira-kira 1 meter. Rambut dipecahkan ke punggung, dan ada yang telanjang. Kulit mereka cerah, badan berotot kasar, muka persegi dengan dahi sempit. Kedua-dua kening bertemu di hidung.

Fakta 3: Ia adalah suku terawal di Aceh

Menurut Wikipedia, suku Mante adalah nenek moyang suku kaum lain di Aceh pada masa ini.

Nama mante mula diperkenalkan oleh Dr. Snouck Hurgronje dalam bukunya, De Atjehers. Menurutnya, Mante dapat ditafsirkan untuk menunjukkan kelakuan bodoh dan kebudak-budakan.

Fakta 4: Makna Mante

Nama mante mula diperkenalkan oleh Dr. Snouck Hurgronje dalam bukunya, De Atjehers. Menurutnya, Mante dapat ditafsirkan untuk menunjukkan kelakuan bodoh dan kebudak-budakan.

Fakta 5: Masih Misterius

Walaupun dalam video terdapat jelas sesuatu seperti suku mante. Walau bagaimanapun, suku mante sehingga kini masih dikatakan misteri dan tidak pasti tentang kewujudannya.

Fakta 6: Digunakan untuk ditangkap

Menurut cerita, sepasang suku mante telah ditangkap oleh pasukan baca Aceh Darussalam beratus-ratus tahun yang lalu, lalu mati karena mereka tidak mau makan.

Fakta 7: Mempunyai harga diri yang tinggi

Mante mempunyai harga diri yang tinggi dan lebih suka mati daripada menerima bantuan dari orang lain.

Fakta 8: Kehidupan Mante tinggal

Terdapat berita bahawa suku Mante tinggal di sebuah gua. Tetapi di Youtube, gambar-gambar berikut mengedarkan mengenai kediaman kaum mante:

Ini adalah fakta tentang suku Mante. Mudah-mudahan menambah pandangan anda.

Sujud tilawah adalah

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan orang muslim ketika mendengar atau membaca ayat-ayat sajadah baik dalam shalat maupun diluar shalat. Di dalam al-Qur’an terdapat beberapa ayat sajadah, pada saat membaca atau mendengar ayat-ayat sajadah tersebut seorang muslim disunahkan untuk melakukan sujud tilawah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ أَنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ اِعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي يَقُوْلُ يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُوْدِ فَسَجَدَ فَلَهُ اْلجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُوْدِ فَعَصَيْتُ فَلِي النَّارُ. [رواه أحمد ومسلم وابن ماجه].

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Apabila seseorang membaca ayat sajdah lalu ia sujud, maka menyingkirlah syaithan dengan menangis berkata: Sungguh celaka, manusia diperintah sujud lalu ia sujud, maka baginya surga. Sedangkan aku diperintah sujud tetapi aku membangkang, maka bagiku neraka.” [HR. Ahmad, Muslim, dan Ibnu Majah].


عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا لَمْ نُؤْمَرْ بِالسُّجُوْدِ فَمَنْ سَجَدَ فَقَدْ أَصَابَ وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ. [رواه البخاري].

Artinya: “Diriwayatkan dari Umar ra., ia berkata: Hai sekalian manusia, kita tidak diperintah untuk bersujud, barangsiapa yang bersujud ia mendapat pahala, dan barangsiapa yang tidak bersujud ia tidak berdosa.” [HR. al-Bukhari].
Maka jika dalam shalat sang imam membaca ayat sajadah, seorang makmum harus tetap mengikuti imam, jika sang imam melakukan sujud tilawah makmumpun mengikuti dan jika tidak maka makmumpun tidak. Tata caranya adalah yang pertama melakukan takbir kemudian bersujud dan membaca : “Sajada wajhii lil-ladzii khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam‘ahu wa basharahu wa bi haulihi wa quwwatihi”, berdasarkan hadits:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ فِي سُجُوْدِ الْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ وَبِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ. [رواه أبو داود].

Artinya: “Diriwayatkan dari Aisyah ra., ia berkata: Adalah Nabi saw membaca pada sujud tilawah di malam hari (yang artinya): Wajahku sujud kepada Dzat yang menjadikan dan membentuknya, dan yang memberi pendengaran dan penglihatan dengan kekuatan dan kekuasaannya.” [HR. Abu Dawud].
Sujud tilawah ini cukup dilakukan satu kali saja dan jika sujud tilawah dilakukan di luar shalat maka tidak diwajibkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Ada lima belas ayat-ayat sajdah yang terdapat dalam al-Qur’an, sebagaimana diterangkan oleh hadits:

عَنْ عَمْرَو بْنِ اْلعَاصِ قَالَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ فِي خَمْسَ عَشْرَةَ سَجَدَةً فِي الْقُرْآنِ فِيْهَا ثَلاَثٌ فِي اْلمُفَصَّلِ وَفِي اْلحَجِّ سَجَدَتَانِ. [رواه أبو داود وابن ماجه].

Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Amr bin ‘Ash ra., ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw mengajarkan lima belas ayat sajdah dalam al-Qur’an, tiga di antaranya terdapat dalam surat mufashshal (pendek-pendek) dan dua dalam surat al-Hajj.” [HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah].
Ayat-ayat sajdah yang lima belas itu ialah sebagai berikut:

1. QS. al-A‘raf (7): 206
2. QS. ar-Ra‘d (13): 15
3. QS. an-Nahl (16): 49
4. QS. al-Israa’ (17): 107
5. QS. Maryam (19): 58
6. QS. al-Hajj (22): 18
7. QS. al-Hajj (22): 77
8. QS. al-Furqan (25): 60
9. QS. an-Naml (27): 25
10. QS. as-Sajdah (32): 15
11. QS. Shaad (38): 24
12. QS. Fushshilat (41): 37
13. QS. an-Najm (53): 62
14. QS. al-Insyiqaq (84): 21
15. QS. al-‘Alaq (96): 19

Itu tadi Artikel tentang Dalil, Bacaan, Doa Sujud Tilawah. Semoga bermanfaat. dan tolong komentar jika berkenan.

Oleh: Dzakia Rifqi Amalia | Sumber: Fatwa Tarjih Muhammadiyah

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

orang yang selalu mengingat kematian

Mengingat Orang Mati Ternyata Hati

Pagi masih muda. Saya mendekati seorang pembantu yang mencari kelelahan untuk mencari nafas yang nyaman. Kepalanya berdebar mencari oksigen untuk mengisi paru-paru. Senyum masih diberikan padaku.

"Assalamualaikum mak cik. Mengapa Anda ingin pergi ke bangsal ini? Hari seperti apa itu? "Saya bertanya untuk memulai. File pasien dikodekan satu per satu.

"Waalaikumussalam. Pada awalnya, saya tidak sadar di rumah. Darah tinggi. Anak-anak membawa pembantu ke rumah sakit. Enam hari seorang ibu di ICU. Tetapi Tuhan tetap ingin hidup. Alhamdulillah, dua hari yang lalu, ibuku sadar. Itu sebabnya ada di sini. Masih mengejar. Karena tekanan darah tidak stabil. Tapi itu agak sehat. "


"Aku seperti mati lagi. Saya tidak keberatan enam hari tidak sadar bahwa Tuhan benar-benar ingin memanggil kembali. Rupanya dia masih memberi kesempatan untuk hidup dengan tante. Mungkin Tuhan menginginkan kesempatan untuk bertobat lagi, "katanya dengan kasihan.

Saya mengangguk dan tersenyum. 'Tinggi juga tekanan darah, harus dikatakan mati hidup-hidup,' saya monoologis.

Tiba-tiba pasien lain yang berada di bilik belakang tidak sadarkan diri. Suasana gelisah gelisah. Dokter yang sedang bertugas segera mengembalikan hilangnya pasien segera.

Lima belas menit berjuang dengan waktu dan akhirnya Tuhan masih memberinya kesempatan kedua. Meskipun matanya terus menyusut, nafas dan denyut nadi yang telah lenyap untuk sesaat telah dimulai lagi.

Ada tertulis bahwa ini bukan lagi waktunya untuk dia kembali. Mungkin masih banyak tanggung jawab di dunia yang belum selesai. Bagaimana Tuhan Maha Kuasa untuk segalanya. Untuk sedetik, pulsa itu hilang, dan dia segera kembali.

"Kemuliaan bagi Allah di tangan-Nya dari semua kerajaan, dan Dia mampu melakukan segala sesuatu. Yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji Anda, siapa di antara Anda yang lebih baik dalam perbuatan. Dan Dia Maha Tinggi dalam Mungkin, Maha Pengampun. "(Al-Mulk: 1-2)

Mati. Sebuah kata yang sering kita dengar. Juga kata yang kebanyakan orang pedulikan. Beberapa percaya bahwa kata ini sangat disayangkan ketika dipanggil berulang kali. Tapi, bukankah Islam menegur orang mati untuk menghidupkan kembali hati?

Ibnu Umar berkata: "Aku bersama Rasulullah, maka seorang Ansar mendatanginya dan berkata: Rasulullah! Manakah dari orang-orang percaya yang paling penting? Dia menjawab: Yang terbaik dari karakter mereka. Dia bertanya lagi: Manakah yang paling cerdik beriman?

Dia menjawab: "Yang paling mengingat kematian di antara mereka dan persiapan terbaik setelah kematian. Mereka adalah orang pintar. "(Hadis Sejarah Imam Ibn Majah)

Mengapa Rasulullah mengirim kita untuk mengingat kematian? Karena kematian sudah pasti. Tidak peduli di mana pun di dunia kita, tidak peduli di mana di dalam gua yang kita sembunyikan.

Jika sudah saatnya kita dipanggil kepada Tuhan, kita tidak akan bisa lari dari kematian.

Suatu kali seorang teman berbicara tentang pengalamannya saat berada di departemen darurat. Ada satu kasus kecelakaan yang melibatkan tiga keluarga di mana ibu hanya menderita luka ringan di kaki dan lengan.

Sementara ayah dan anak tiba dalam kondisi kritis dengan pendarahan tanpa akhir. Segalanya dilakukan untuk menyelamatkan anak itu tetapi Tuhan lebih mencintainya.

Setelah setengah jam, ibu tiba-tiba menjadi tidak sadar dan mengikuti anaknya bahkan jika dilihat dari luar tidak ada luka serius.

Sang ayah selamat; dan ketika dia sadar, dia meraung tak percaya dengan berita keberangkatan kedua orang yang mereka cintai. Pemerintahan Tuhan tidak ada yang bisa ditebak. Tidak ada yang bisa menghentikannya.

"Ada satu kasus, seorang saudari yang baik berjalan dari ruang tunggu, dia pergi ke toilet dan kembali. Tiba-tiba dia memuntahkan darah dan terus kolaps. Dan itu tidak bisa diselamatkan. Itu hanya brengsek. Tidak ketinggalan untuk sesaat. Terkadang tanpa diduga, "satu demi satu cerita tentang kematian didengar dan dilihat.

Kematian itu datang tanpa pemberitahuan. Kematian adalah rahasia Tuhan. Kenapa? Sehingga setiap muslim selalu siap menghadapi kematian. Mungkin hari ini kita bisa tertawa, mungkin besok bukan lagi milik kita untuk senyuman bahagia.

Tentunya kita telah mendengar berita kematian yang tidak terduga. Itu tidak harus menjadi sesuatu yang nyata, terkadang terburu-buru juga bisa menjadi yang terakhir yang memisahkan kita dan dunia fana ini.

Ketika Tuhan berkata 'kunfayakun', dalam tidur bahkan hidup dapat dipisahkan dari tubuh. Kehidupan di dunia ini berbeda dengan kehidupan akhirat. Ingatkan kami untuk mati sehingga kami selalu mempersiapkan diri untuk momen-momen yang tidak terduga.

"Sesungguhnya hati manusia itu berkarat seperti berkaratnya besi." Sahabat-sahabat bertanya, "Apakah penggilapnya wahai Rasulullah?" Rasulullah menjelaskan, "Membaca Al-Quran dan mengingat mati." (HR al-Baihaqi)

Sungguh, ini sudah dekat. Malaikat yang mati selalu ada bersama kita, di antara kita, mengikuti gerak tubuh kita, setiap saat dan saat. Izrail tidak hanya mendekati manusia sesaat sebelum mati.

Faktanya, malaikat kematian selalu mengintai dan dekat dengan kita. Bukankah setiap makhluk hidup pernah mati?

Kematian belum pernah mengenal usia, baik tua maupun muda. Itu sebabnya anak muda tidak selalu menjadi tua pada usia. Meski memiliki tubuh yang sehat dan wajah yang tampan dan indah, itu bukan jaminan kematian.

Seseorang melihat kematian itu sebagai ibrah. Ini juga dilihat sebagai peluang untuk mendapatkan sesuatu. Tanpa mengetahui setiap berita kematian adalah pengingat dari-Nya.

"Bawalah ketentuan, karena ketentuan terbaik adalah taqwa." (QS Al Baqarah 2: 197)

Kami tidak pernah membicarakan tentang hati kami - apa yang akan kami lakukan ketika kami diundang? Apakah cukup bahwa kita telah membuat persediaan untuk bertemu dengan Allah?

Apakah kita yakin setiap napas yang dipinjamkan kepada kita telah digunakan untuk jalan-Nya sebagai mas kawin untuk bertemu dengan Tuhan nanti? Semua praktik yang kita lakukan di dunia ini akan bertanggung jawab bahkan untuk ukuran biji mustard.

"Setiap jiwa akan merasa mati. Dan hanya pada Hari Kiamat saja diberikan balasan Kamu . Siapa pun yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, maka dia menang. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu. "(QS Ali Imran 3: 185)

Tanyakan kepada kami - apakah kematian kami akan berjuang untuk agama Tuhan atau dalam bentuk agama Tuhan atau sebaliknya?

Ketika kehidupan ditarik dari tubuh, jiwa kita dilapis dengan kemuliaan atau kebohongan yang terbuka - itu adalah pilihan. Selama kehidupan masih terkandung di dalam tubuh, kita memiliki pilihan untuk menentukan jalan mana yang terbaik sebagai jalan menuju redhaNya.

Waktu bertemu dengannya sudah dekat. Azan dan jarak solat berdekatan. Masing-masing dari nafas ini adalah pinjaman dari-Nya, setiap detik dari hati juga merupakan pinjaman-Nya. Dunia adalah pinjaman. Yang membingungkan itu menyakitkan. Tapi percayalah, pertemuan di surga akan menjadi manis yang abadi.

"Di mana pun Kamu berada, kematian akan membuat Kamu , meskipun Kamu berada di benteng yang kuat. Dan kalau mereka memperoleh kebaikan (kemewahan hidup), mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa bencana, mereka berkata: "Ini adalah dari (sesuatu nahas) yang ada padamu." Katakanlah (wahai Muhammad): " semuanya itu (kebaikan dan bencana) adalah (bersumber) dari sisi Allah. "Maka apakah yang menyebabkan kaum itu hampir-hampir tidak memahami perkataan (munafik)?" (QS An-Nisa ': 78)

"Impian saya untuk berbagi karya ..." - Syafiq Farhain berbagi perasaan sedih

Syafiq mengunggah foto dengan ayahnya dan teks sedih di akun Instagram-nya.
Penasihat Syafiq Farhain mengungkapkan isi setelah kehilangan ayahnya, Saleem pada hari Minggu.

Syafiq mengunggah foto dengan ayahnya dan teks sedih di akun Instagram-nya (IG).

"Engkau lah idolaku, karena kau jua aku menjadi penyanyi, dari kau jua lah bakat yang tak seberapa ini ku pinjam, kau jua lah yang mengantarkan aku ke perusahaan rekaman ini.Segalanya ..


"Mimpiku untuk berbagi bekerja denganmu hanyalah mimpi yang tidak akan pernah terjadi lagi.

"Terima kasih atas semua layanan Anda Abah..Ain berdoa agar Abah tenang di sana disisi Allah SWT.

"Doa Ain dan semua fans mu di seluruh nusantara ini pasti terus mengalir seiring dendangan suaramu yang takkan pernah lapuk dan lekang dek waktu..Engkau bagai air yang jernih," tulis Syafiq bersama sebuah foto hitam putih.


Rata-rata netizen menyatakan kesedihan karena kehilangan penyanyi, Saleem.

Bahkan, beberapa pengikut juga memberikan kata-kata penyemangat Syafiq melalui ruang komentar di foto.

"@zatisolares: Tetap kuat Syafiq. Tuhan tahu yang terbaik untukmu."

"@Coldyay: Lanjutkan warisan abahmu ye syafiq! You have to be strong. Make him proud of you one day."

"@ N.s_anuar: Stay strong bro. Banyakkan doa untuk arwah dan BERJASALAH pada ibu selagi dia masih ada. Insyaallah kau akan sukses di dunia dan di akhirat."

"@shaffiqerwin: Jadilah kuat! Al fatihah."

"@ Ruslina_80: Kuat dan tabah..Kami tahu syafiq anak yang baik dan terus berjuang ok..We love you and your father..Teruskan karya beliau..Always supports you and your carier."

Saleem atau nama aslinya AM Salim Abdul Majeed meninggal di Pusat Kesehatan Universiti Kebangsaan Malaysia di Cheras sekitar jam 6.30 pagi.

Penyanyi dari Setiu, Terengganu menerima perawatan di PPUKM setelah kecelakaan di jalan pada 20 September.

Kisah Sahabat Abdullah Bin Umar

Abdullah bin Umar atau Ibnu Umar bin Khattab Abdullah bin Umar bin Khattab atau sering disebut Abdullah bin Umar atau Ibnu Umar saja (lahir 612 - wafat 693/696 atau 72/73 H) adalah seorang sahabat Nabi dan merupakan periwayat hadits yang terkenal. Ia adalah anak dari Umar bin Khattab, salah seorang sahabat utama Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin yang kedua. Ibnu Umar masuk Islam bersama ayahnya saat ia masih kecil, dan ikut hijrah ke Madinah bersama ayahnya. Pada usia 13 tahun ia ingin menyertai ayahnya dalam Perang Badar, namun Rasulullah menolaknya. Perang pertama yang diikutinya adalah Perang Khandaq. Ia ikut berperang bersama Ja'far bin Abu Thalib dalam Perang Mu'tah, dan turut pula dalam pembebasan kota Makkah (Fathu Makkah). Setelah Nabi Muhammad meninggal, ia ikut dalam Perang Yarmuk dan dalam penaklukan Mesir serta daerah lainnya di Afrika. Setelah Utsman terbunuh, sebagian kaum muslimin pernah berupaya membai'atnya menjadi khalifah, tapi ia juga menolaknya. Ia tidak ikut campur dalam pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan. Ia cenderung menjauhi dunia politik, meskipun ia sempat terlibat konflik dengan Abdullah bin Zubair yang pada saat itu telah menjadi penguasa Makkah. 

Kisah Sahabat Abdullah Bin Umar

Ibnu Umar selalu memperhatikan apa yang diperbuat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Ia menirunya dengan cermat dan teliti. Suatu kali di suatu tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam berdoa sambil berdiri, maka ia berdoa dan berdiri di tempat itu. Jika berdoa sambil duduk, maka ditirunya pula berdoa sambil duduk di situ. Pada tempat berbeda, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam pernah turun dari ontanya dan melakukan sholat dua rakaat. Maka Ibnu Umar akan melakukannya juga. Jika dalam perjalanan ia kebetulan lewat di tempat itu, maka ia akan turun dan sholat dua rakaat di sana. Lantaran kegemarannya mengikuti sunnah dan jejak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, Ibnu Umar amat hati-hati dalam penyampaian hadist dari Beliau. Ia tdak ingin mengurangi atau menambahkan apa yang didengar dan dilihatnya. “Tak seorang pun yang di antara sahabat-sahabat Rasulullah yang lebih berhati-hati agar tidak terselip atau terkurangi sehuruf pun dalam menyampaikan hadist sebagaimana halnya Ibnu Umar.” Demikian kesaksian pada sahabat kala itu. Ibnu Umar enggan berfatwa pada suatu hal yang tidak diketahuinya. Ia hanya akan mengatakan, “Saya tidak tahu tentang masalah yang anda tanyakan itu.” Demikianlah kehati-hatiannya enggan berijtihad pada sesuatu yang tidak ia pahami karena takut melakukan kesalahan. 

Suatu hari Khalifah Ustman ra memanggilnya dan meminta kesediaannya untuk memegang jabatan kehakimannya itu, tetapi ditolaknya bagaimanapun khalifah mendesaknya. Khalifah Ustman memahami dan menerima keberatan Ibnu Umar. Langkahnya bukanlah sesuatu hal yang negatif karena pada waktu itu dinilai masih ada sahabat lain yang bisa memegang jabatan tersebut. Selain itu, Khalifah Ustman ra memahami bahwa Ibnu Umar sebagai seorang tokoh yang bertaqwa memberikan contoh akan sikap zuhud dan kesholehan. Termasuk menghindarkan diri dari jabatan kadli atau kehakiman sebagai jabatan tertinggi. Apa yang dapat digambarkan dari sifat Ibnu Umar selain zuhud, wara dan shalih? Sebagai seorang saudagar yang berkecukupan, ia adalah seorang pemurah. Suatu hari Ibnu Umar mendapatkan uang sebanyak empat ribu dirham dan sehelai baju dingin. Pada hari berikutnya, Ibnu Wail secara tak sengaja melihat Ibnu Umar membelikan makanan tunggangannya di pasar secara berhutang. Semua orang sudah tahu bagaimana sifat kedermawanan Ibnu Umar. Tak pernah Ibnu Umar makan seorang diri, ia selalu dikelilingi anak-anak yatim waktu makan. Berkata Malmun bin Marwan, “Saya masuk ke rumah Ibnu Umar dan menaksir harga barang-barang yang terdapat di sana berupa ranjang, selimut dan tikar, pendeknya apa juga yang terdapat di sana. Maka saya dapati harganya tidak sampai seratus dirham.”

Bersikap Netral - Hasan ra bercerita mengenai Ibnu Umar: “Tatkala Ustman bin Affan dibunuh orang, umat mengatakan kepada Abdullah bin Umar, ’Anda adalah seorang pemimpin, keluarlah agar kami minta orang-orang bai’at pada Anda!’ Jawabnya, ‘Demi Allah, seandainya dapat, janganlah ada walau setetes darah pun yang tertumpah disebabkan daku’. Kata mereka, ‘Anda harus keluar! Kalau tidak akan kamu bunuh di tempat tidurmu!’ Tetapi jawaban Ibnu Umar tidak berbeda dengan yang pertama. Demikianlah mereka membujuk dan mengancamnya, tetapi tak satu pun hasil yang mereka peroleh.” Ibnu Umar merupakan salah seorang harapan bagi umat kala itu, tapi ia memberi syarat jika ditunjuk menjadi pemimpin harus didukung oleh seluruh kaum muslimin tak terkecuali. Syarat tersebut kala itu sangatlah tidak mungkin karena adanya perselisihan kaum muslim sesaat setelah kematian Khalifah Utsman bin Affan. Suatu kali Abul Aliyah al Barra berjalan di belakangnya dan tak sengaja mendengar Ibnu Umar berkata pelan pada dirinya sendiri: “Mereka letakkan pedang-pedang mereka di atas pundak-pundak lainnya, mereka berbunuhan lalu berkata, ‘Hai Abdullah bin Umar ikutlah dan berikan bantuan’. Sungguh sangat menyedihkan.” Ia amat menyesali darah kaum muslimin tertumpah oleh sesamanya. 

Ibnu Umar dikaruniai umur yang panjang dan hidup sampai pada masa Bani Umaiyah. Saat itu, Islam sudah mulai berjaya, harta melimpah ruah. Namun, ia memilih zuhud dan mengutamakan ketaqwaan. Pada akhir hidup Ibnu Umar corak kehidupan mengalami perubahan. Kala itu, kehidupan kaum muslim semakin longgar, telah lapang dalam bermewah-mewahan. Namun, Ibnu Umar tetaplah bertahan dengan kesederhanaannya. Ibnu Umar berkata, “Saya bersama sahabat-sahabatku telah sama sepakat atas suatu perkara, dan saya khawatir jika menyalahi mereka, takkan bertemu lagi dengan mereka untuk selama-lamanya.” Lalu sambil berdoa menegadahkan tangan ia berucap, “Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa kalau tidaklah karena takut kepadaMu tentulah kami akan ikut berdesakan dengan bangsa kami Quraisy memperebutkan dunia ini.” Kaum muslim berdoa, “Ya Tuhan kami, lanjutkanlah kiranya usia Ibnu Umar sebagaimana Allah melanjutkan usiaku, agar aku dapat mengikuti jejak langkahnya, karena aku tidak mengetahui seorang pun yang menghirup dari sumber pertama selain Abdullah bin Umar.” Namun, Allah berkehendak lain dan memanggilnya pada suatu hari di tahun 73 Hijriah pada usia 80 tahun.

Ibnu Umar adalah seorang yang meriwayatkan hadist terbanyak kedua setelah Abu Hurairah, yaitu sebanyak 2.630 hadits, karena ia selalu mengikuti kemana Rasulullah pergi. Bahkan Aisyah istri Rasulullah pernah memujinya dan berkata :"Tak seorang pun mengikuti jejak langkah Rasulullah di tempat-tempat pemberhentiannya, seperti yang telah dilakukan Ibnu Umar". Ia bersikap sangat berhati-hati dalam meriwayatkan hadist Nabi. Demikian pula dalam mengeluarkan fatwa, ia senantiasa mengikuti tradisi dan sunnah Rasulullah, karenanya ia tidak mau melakukan ijtihad. Biasanya ia memberi fatwa pada musim haji, atau pada kesempatan lainnya. Di antara para Tabi'in, yang paling banyak meriwayatkan darinya ialah Salim dan hamba sahayanya, Nafi'.

Kesalehan Ibnu Umar sering mendapatkan pujian dari kalangan sahabat Nabi dan kaum muslimin lainnya. Jabir bin Abdullah berkata: " Tidak ada di antara kami disenangi oleh dunia dan dunia senang kepadanya, kecuali Umar dan putranya Abdullah." Abu Salamah bin Abdurrahman mengatakan: "Ibnu Umar meninggal dan keutamaannya sama seperti Umar. Umar hidup pada masa banyak orang yang sebanding dengan dia, sementara Ibnu Umar hidup pada masa yang tidak ada seorang pun yang sebanding dengan dia". Ibnu Umar adalah seorang pedagang sukses dan kaya raya, tetapi juga banyak berderma. Ia hidup sampai 60 tahun setelah wafatnya Rasulullah. Ia kehilangan pengelihatannya pada masa tuanya. Ia wafat dalam usia lebih dari 80 tahun, dan merupakan salah satu sahabat yang paling akhir yang meninggal di kota Makkah.

Mimpi Ibnu Umar - Suatu kali Ibnu Umar pernah bercerita mengenai mimpinya. Ia berkisah, “Di masa Rasulullah Shalllallahu Alaihi Wassalam, saya bermimpi seolah-olah di tanganku ada selembar kain beludru. Tempat mana saja yang saya ingin di surga, maka beludru itu akan menerbangkanku ke sana… Lalu nampak pula dua orang yang mendatangiku dan ingin membawaku ke neraka. Tetapi seorang Malaikat menghadang mereka, katanya, “ Jangan ganggu!” Maka kedua orang itu pun melapangkan jalan bagiku.” Oleh Hafshah, yaitu saudari Ibnu Umar, mimpi itu diceritakannya kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Maka sabda Rasulullah SAW: “Akan menjadi laki-laki paling utamalah Abdullah itu, andainya ia sering sholat malam dan banyak melakukannya.” Maka semenjak itu, sampai ia berpulang ke Rahmatullah, Ibnu Umar tidak pernah meninggalkan sholat malam baik kala ia bermukim atau saat menjadi musafir. Ia banyak membaca Al Quran, berzikir dan menyebut nama Allah.

Hakikat Ruh dan Jiwa

Menelusuri Ruh dan Jiwa-Ruh adalah hakikat dari manusia yang dengannya manusia dapat hidup dan mengetahui segala sesuatu. Dalam al Qur'an dijelaskan, Allah SWT meniupkan ruh ke dalam tubuh Adam AS untuk menghidupkannya (QS as-Sajadah [32]: 9). Demikian juga ke dalam rahim Maryam ketika mengandung Isa AS (QS al-Anfal [8]: 12 dan 66).

Ruh merupakan zat murni yang tinggi, hidup, dan hakikatnya berbeda dengan tubuh. Tubuh dapat diketahui dengan pancaindera, sedangkan ruh menelusup ke dalam tubuh sebagaimana menelusupnya air di dalam bunga, tidak larut dan tidak terpecah-pecah, untuk memberi kehidupan pada tubuh selama tubuh itu mampu menerimanya.

Hakikat Ruh dan Jiwa

Dalam al Qur'an, ruh terkadang diartikan dengan malaikat dan wahyu. Di samping itu, beberapa pakar tafsir mengartikan ruh dengan jiwa. Dalam al Qur'an kata an-nafs diartikan dengan jiwa. Seperti kata-kata an-nafs al-mutma’innah (jiwa yang tenang) pada Surah al-Fajr [89]: 27. Dalam ayat ini bisa dimaknai, kata ruh mempunyai pengertian yang sama dengan an- nafs. Adapun perbedaannya terletak pada penggunaannya saja.

Misalnya, dalam ayat yasalunaka ‘an ar-ruh, qul ar-ruh min amri Rabbi (Bila mereka bertanya padamu tentang ruh, maka katakanlah bahwa ruh itu urusan Tuhanmu) dan ayat ya ayyatuha an-nafsu al-mutmainnah irji’i ila Rabbiki radiatan mardhiyyah (wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu).

Ulama abad ke-10, Ibnu Sina, membagi jiwa atas tiga macam, an-yaitu jiwa nabati (an-nafs an-nabatiyah), jiwa hewani (an-nafs al-hayawaniyah), dan jiwa insani (nafs al-insaniyah). Jiwa nabati adalah kesempurnaan awal bagi benda alami yang hidup dari segi makan, tumbuh, dan berkembang. Jiwa hewani adalah kesempurnaan awal bagi benda alami yang hidup dari segi mengetahui hal-hal yang kecil dan bergerak dengan kehendak. Sedangkan, jiwa insani adalah kesempurnaan awal bagi benda yang hidup dari segi melakukan perbuatan dengan potensi akal dan pikiran serta dari segi mengetahui hal-hal yang bersifat umum.

Jiwa insani inilah yang dinamakan dengan ruh, sebagaimana para filsuf Islam menyamakannya dengan jiwa manusia. Sebelum masuk atau berhubungan dengan tubuh disebut ruh, sedangkan setelah masuk ke dalam tubuh dinamakan nafs yang mempunyai daya (al 'aql), yaitu daya praktik yang berhubungan dengan badan dan daya teori yang berhubungan dengan hal-hal yang abstrak.

Imam al-Ghazali mengartikan an-nafs berdasarkan arti khusus dan arti umum. Dalam arti khusus, an-nafs merupakan sumber akhlak yang tercela dan harus diperangi. Sedangkan dalam arti umum, an-nafs adalah suatu jauhar yang merupakan hakikat manusia, yang oleh para ahli filsafat Islam disebut dengan an-nafs an-natiqah. Selanjutnya, Imam al-Ghazali menambahkan bahwa kalbu, ruh, dan an-nafs al- mutma’innah merupakan nama-nama lain dari an- nafs an-natiqah yang hidup, aktif, dan mengetahui.

Dalam filsafat dan tasawuf Islam, di samping istilah an-nafs dan ruh, juga ditemukan istilah al qalb (kalbu) dan al 'aql (akal). Empat istilah tersebut mempunyai hubungan yang sangat erat. Perbedaannya terletak pada penggunaan arti. Para sufi mengartikan an-nafs sebagai sumber moral yang tercela, sedangkan ruh merupakan sumber kehidupan dan sumber moral yang baik. Ruh juga sesuatu yang halus, bersih, dan bebas dari pengaruh hawa nafsu yang merupakan rahasia Allah SWT yang hanya bisa diketahui oleh manusia tertentu setelah Allah SWT memberikan kasyf (gambar yang terbayang) kepadanya.

Al qalb atau kalbu diartikan sebagai wadah untuk makrifat, suatu alat untuk mengetahui hal-hal yang bersifat Ilahiah. Ini dimungkinkan jika hati telah bersih sebersih-bersihnya dari hawa nafsu, melalui pola hidup yang zuhud, wara', dan zikir secara terus menerus.

Sedangkan, al 'aql atau akal diartikan sebagai alat untuk mengetahui ilmu yang diamati dari pancaindera atau dari hal-hal yang zhahir (lahir). Karena itu, tingkatnya berada di bawah tingkatan al qalb.

Para cendekiawan Muslim banyak yang memilih diam dalam mempelajari asal usul ruh. Mereka mengemukakan alasan jiwa atau ruh itu adalah urusan Allah SWT yang tidak diketahui oleh siapa pun kecuali hanya Allah SWT (QS al-Isra’ [17]: 85).

Ibnu Qayyim al-Jauziyah berpendapat, segala yang dinisbahkan kepada Allah SWT ada dua macam. Pertama, yang tidak dapat berdiri sendiri yang memang bukan makhluk seperti sifat-sifat Allah SWT. Kedua, yang dapat berdiri sendiri, seperti dalam al Qur'an disebutkan Rasul Allah SWT dan ruh Allah SWT. Ini semua adalah makhluk Allah SWT, dinisbahkan kepada Allah SWT sebagai pemuliaan kepada Allah SWT.

Hubungan ruh dengan jasad dikemukakan oleh filsuf Islam, al-Farabi dan Imam al-Ghazali. Al-Farabi mengatakan, jiwa atau ruh merupakan bentuk bagi jasad di satu pihak dan jauhar ruhani di lain pihak. Ruh selalu bekerja melalui jasad dan jasad membentuk sasaran ruh. Ruh atau jiwa tidak akan ada jika jasad tidak bersedia menerimanya.

Dalam hal kerja ruh atau jiwa ini, Imam al-Gazali membaginya ke dalam dua macam arti. Pertama, dalam arti materiil (ruh hewani). Kedua, dalam arti immateriil (ruh insani). Dalam arti pertama, jiwa adalah organ jasad yang bekerja sebagai daya penggerak maupun daya yang mengetahui. Arti kedua, jiwa adalah nafs natiqah dengan daya praktik dan teori. Hubungan kedua macam jiwa ini dapat diketahui dengan ilham (ilmu mukasyafah) yang merupakan pembuka tabir hakikat hubungan keduanya karena kesulitan terletak pada perbedaan hakikat antara jiwa dan jasad.

Jiwa sebagai jauhar ruhani berasal dari alam Ilahi (alam malakut), sedangkan jasad berasal dari alam kejadian (khalq). Namun, yang jelas, menurut Imam al-Ghazali, jasad bukan tempat ruh karena sifat jauhar tidak mendiami tempat tertentu. Jasad hanyalah merupakan alat. Ruh mendatangi jasad sebagai substansi yang juga diperlukan oleh jasad bantuannya.

Ruh mengatur dan ber-tasarruf (bertindak) pada jasad sebagaimana halnya raja dengan kerajaannya. Keperluan ruh terhadap badan dapat diumpamakan dengan perlunya bekal bagi musafir. Seseorang tidak akan sampai kepada Tuhan kalau ruh tidak mendiami jasadnya selama di dunia. Tingkat yang lebih rendah harus dilalui untuk sampai pada tingkat yang lebih tinggi.

Imam al Ghazali berkesimpulan bahwa hubungan ruh dengan jasad merupakan hubungan yang saling memengaruhi. Di sini Imam al Ghazali mengemukakan hubungan dari segi maknawi karena wujud hubungan itu tidak begitu jelas. Lagi pula ajaran Islam tidak membagi manusia dalam kenyataan hidupnya pada aspek jasad, akal, atau ruh, tetapi merupakan suatu kerangka yang saling membutuhkan dan mengikat itulah yang dinamakan manusia.

Bolehkah Imam Qunut Makmum Tidak?

Tidak Boleh Ikut Qunut Subuh?Benarkah

Ust. Yazid Jawas, tokoh Salafi di Indonesia, menjawab bahwa makmum yang ikut shalat di belakang Imam yang melakukan Qunut Subuh, diperintahkan untuk tidak ikut Qunut, sebab Qunut bidah. Kalau urusan bidah tidak boleh diikuti. Tidak ada khilafiyah dalam urusan bidah, katanya.

Bolehkah Imam Qunut Makmum Tidak

Benarkah demikian? Ternyata ulama Salafi di Arab yang menjadi guru para pendakwah Salafi di negeri ini, yaitu Syekh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, berfatwa berbeda:

من صلى خلف إمام يقنت في صلاة الفجر فليتابع الإمام في القنوت في صلاة الفجر ، ويؤمن على دعائه بالخير ، وقد نص على ذلك الإمام أحمد رحمه الله تعالى

“Barangsiapa yang shalat di belakang imam yang berqunut pada shalat subuh, maka hendaknya dia mengikuti imam berqunut pada shalat subuh, dan mengaminkan doanya dengan baik. Telah ada riwayat seperti itu dari Imam Ahmad Rahimahullah.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail ‘Utsaimin 14/177)

Mengenai tata cara pembacaan Qunut setelah Ruku’ para Fuqoha’ menjelaskan :

1. Bagi Imam disunnahkan agar MEMBACA DENGAN JAHR (KERAS) PADA SEMUA BACAAN yg meliputi bacaan “Doa” (Dimulai dari bacaan : Allohummahdina fiiman hadait…….. dst), “Tsana” (Dimulai dari bacaan : Fainnaka taqdhi wa laa yu’dhoo ‘alaika…dst) dan “Sholawat serta Salam” kepada Nabi SAW, keluarga dan sahabatnya.

Keterangan bisa dibaca di Kitab At Taqriirotus Sadiidah karya Al Habib Hasan bin Ahmad Al Kaff (beliau adalah murid Al Habib Zein Bin Smith Madinah) hal 244 :

التقريرات السديدة في المسائل المفيدة (ص 244)

الجهر في كل القنوت من : الدعاء , والثناء , والصلاة والسلام على النيي صلى الله عليه وسلم واله وصحبه , ولو صلاها نهارا

PERHATIAN : Yang sering terjadi di INDONESIA, IMAM HANYA MEMBACA JAHR (KERAS)PADA SAAT MEMBACA “DOA” DAN “SHOLAWAT” SAJA, sedang bacaan “Tsana” dibaca dengan Sirr (pelan).

2. Bagi Makmum disunnahkan untuk mengamini “Doa” yg dibaca oleh Imam dengan Jahr (keras), tetapi ketika sampai pada bacaan “Tsana”, makmum bersekutu dengan Imam membacanya (maksudnya : makmum tidak ada lagi membaca Amiin, tetapi bersama-sama Imam membaca Tsana’), hanya saja makmum disunnahkan membaca dengan sirr (pelan). Sedang pada bacaan Sholawat dan salam makmum kembali membaca Amin dengan Jahr (keras), karena bacaan ini termasuk dalam doa.

Keterangan bisa dibaca di Kitab Nihayatuz Zain karya Asy Syekkh Nawawi Al Bantani :

نهاية الزين – (ج 1 / ص 68)

( وأمن مأموم ) للدعاء جهرا إذا جهر إمامه و ( سمع ) أي المأموم قنوت الإمام ومن الدعاء الصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم وإنما طلب من الإمام الجهر بالقنوت في السرية مع أنها ليست محل الجهر لأن المقصود من القنوت الدعاء وتأمين القوم عليه فطلب الجهر ليسمعوا فيؤمنوا ولا يؤمن المأموم للثناء بل يسن أن يقول ثناء سرا وهو من فإنك تقضي إلى آخره أو يستمع له لأنه ثناء وذكر لا يليق به التأمين والمشاركة أولى

Bacaan Qunut Jahr bagi Imam diatas, berlaku pada semua sholat, baik Sholat Jahriyyah (Maghrib, Isya’, Shubuh, Witir separuh akhir bulan Romadhon) ataupun Sholat Sirriyyah (Dhuhur, Asar) – bila semisal melakukan Qunut Nazilah.

Ketika membaca doa Qunut disunnahkan pula mengangkat tangan, namun setelahnya selesai pembacaan doa, yang LEBIH UTAMA ADALAH TIDAK MENGUSAPKAN TANGAN KE WAJAH.

Keterangan :

نهاية الزين – (ج 1 / ص 68)

ويسن رفع يديه في القنوت كسائر الأدعية والأولى عدم مسح وجهه بهما

Ketika mengangkat tangan, bila posisi tangan dirapatkan, maka pandangan mata diarahkanke arah kedua tangan, sedang bila tangan direnggangkan maka pandangan mata diarahkan ke tempat sujud.

Keterangan :

التقريرات السديدة في المسائل المفيدة (ص 244)

وينظر حينها ألى يديه : إن ألصقهما ببعضهما , فإن فرقهما نظر إلى موضع سجوده

WALLOHU A’LAM……….

SEMOGA BERMANFAAT……………..

Pertanyaan Kristen Tentang Islam

ORANG KRISTEN MENANYAKAN, SIAPAKAH YANG MENJADI SAKSI BAHWA NABI MUHAMMAD SAW MENERIMA MANDAT KERASULAN ? 

Pertanyaan semacam ini hanyalah muncul pikiran orang-orang kafir yang cenderung berlebihan dan suka membantah. Bila ada seseoranga yang mengajarkan sesuatu yang baik, yaitu agar manusia hanya menyembah kepada Tuhan Semesta Alam, dan tidak menyekutukannya dengan sesembahan lainnya atapun berhala.

Pertanyaan Kristen Tentang Islam

Dan juga lalu mengajarkan agar manusia berbuat kebajikan, selalu berlaku adil dan memperbaiki akhlaknya. Lalu mengajarkan cara-cara beribadah kepada Allah, satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.

DAN SESEORANG YANG MENGAJARKAN SESUATU YANG BAIK TERSEBUT BAHKAN TIDAK MEMINTA UPAH ? APA PERLU LAGI KITA SIBUK MENCARI SAKSI UNTUK MEMPERCAYAINYA, SEMENTARA PENGAJARAN DAN AJAKANNYA BEGITU MENGGETARKAN JIWA ?
QS 25:57

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَن شَاءَ أَن يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا [٢٥:٥٧]

Katakanlah: "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya.﴿٥٧﴾

YESUS PUN JUGA BERPESAN, APALAH ARTI DARI BANYAKNYA SAKSI ? KARENA SESEORANG AKAN DI KENAL SEBAGAI NABI-NABI YANG BENAR DARI TUHAN ATAUKAH NABI-NABI PALSU HAL TERSEBUT AKAN TAMPAK DARI BUAH-BUAH YANG DIBAWA DAN DIAJARKANNYA.

YESUS SAMA SEKALI TIDAK MEMANDANG AKAN PENTING NYA SAKSI-SAKSI, MELAINKAN BUAH YANG DIAJARKAN OLEH SESEORANG YANG MENGAKU NABI TERSEBUT ? MENGAPA UMAT KRISTEN MELUPAKAN PESAN YESUS YANG BEGITU PENTING, BAHKAN LALU SIBUK MENCARI SAKSI ?
Matius 7

(15) "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

(16) Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Sesungguhnya hati dan akal manusia pun bahkan dapat menjadi saksi, bahwa seruan seseorang tersebut benar berasal dari Allah, Tuhan semesta Alam ataukah seruan yang berasal dari akal pikirannya sendiri.

ALLAH BAHKAN MENGANCAM NABI MUHAMMAD SAW, SEANDAINYA SAJA NABI MENYAMPAIKAN PERKATAAN HASIL PEMIKIRANNYA SENDIRI MENGATAS NAMAKAN FIRMAN TUHAN. SEBAGAI JAMINAN KEBENARAN FIRMAN ALLAH BAGI ORANG-ORANG YANG MAU BERFIKIR.

QS 16:44-46

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ [٦٩:٤٤]

Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,
﴿٤٤﴾

لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ [٦٩:٤٥]

niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.

﴿٤٥﴾

ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ [٦٩:٤٦]

Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.

﴿٤٦﴾

BANDINGKAN DENGAN PERKATAAN PAULUS YANG BAHKAN TERUS TERANG MENGAKUHI BAHWA APA-APA YANG DIA KATAKAN ADALAH HASIL PEMIKRANNYA SENDIRI, SAMA SEKALI BUKAN BERASAL DARI TUHAN

1 Korintus 7 BIS

12* Kepada yang lain-lainnya, nasihat saya ialah: --ini nasihat saya sendiri, bukan Tuhan--kalau seorang Kristen beristrikan seorang wanita yang tidak percaya kepada Kristus, dan istrinya setuju untuk hidup bersama dengan dia, orang itu tidak boleh menceraikan istrinya.

2 Korintus 10 BIS

16* ¶ Saya ulangi sekali lagi: Jangan sampai ada yang menganggap saya bodoh. Tetapi kalau kalian toh menganggap saya begitu, perkenankanlah saya yang bodoh ini berbangga juga sedikit.

17* Berikut ini akan saya sebutkan kebanggaan saya, tetapi bukan Tuhan yang menyuruh saya mengatakan itu. Dalam hal ini saya sungguh-sungguh berbicara seperti orang bodoh.

18* Memang ada banyak orang yang membanggakan hal-hal keduniaan, jadi saya mau berbangga-bangga juga.

PAULUS BAHKAN MENGAKU TELAH BERDUSTA, BAHKAN DI DALAM MASALAH KETUHANAN DI DALAM PENGAJARANNYA

Roma 3

(7) Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

PAULUS JUGA BAHKAN MENGAJARKAN HAL-HAL YANG ANEH-ANEH BAHKAN SULIT UNUTK DITERIMA OLEH AKAL

1 Korintus 6

3* Apakah kalian tidak tahu bahwa kita akan mengadili malaikat-malaikat? Lebih-lebih lagi perkara-perkara kehidupan sehari-hari!

JAUH-JAUH HARI ALLAH SUDAH MENYIAPKAN JAWABAN ATAS PERTANYAAN ORANG-ORANG KAFIR, TENTANG SIAPAKAH YANG MENJADI SAKSI AKAN KENABIAN DAN KERASULAN NABI MUHAMMAD SAW

ALLAH DENGAN TEGAS MENYATAKAN, BAHWA CUKUP ALLAH SENDIRI YANG AKAN MENJADI SAKSINYA, BERIKUT SAYA NUKILKAN AYAT-AYAT ALQURAN TERSEBUT DIBAWAH

QS 28:48

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا [٤٨:٢٨]

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

﴿٢٨﴾

QS 17:96

قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا [١٧:٩٦]

Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya".

﴿٩٦﴾

QS 4:79

مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا [٤:٧٩]

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

﴿٧٩﴾

QS 29:52

قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا ۖ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ[٢٩:٥٢]

Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.

﴿٥٢﴾

QS 46:8

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ إِنِ افْتَرَيْتُهُ فَلَا تَمْلِكُونَ لِي مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِ ۖ كَفَىٰ بِهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۖ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ [٤٦:٨]

Bahkan mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al Quran)". Katakanlah: "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikitpun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al Quran itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

﴿٨﴾

DI AYAT YANG LAIN ALLAH BERFIRMAN, BAHWA ALLAH BESERTA SELURUH MALAIKAT-MALAIKATNYA YANG MENJADI SAKSI AKAN KENABIAN NABI MUHAMMAD SAW

QS 4:166

لَّٰكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنزَلَ إِلَيْكَ ۖ أَنزَلَهُ بِعِلْمِهِ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُونَ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا [٤:١٦٦]

(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.

﴿١٦٦﴾

SESUNGGUHNYA, ORANG-ORANG YANG BERIMAN DAN MENGGUNAKAN AKALNYA, BAHKAN AKAN MENJADI SAKSI ATAS KERASULAN NABI MUHAMMAD SAW

QS 5:83

وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ[٥:٨٣]

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).

﴿٨٣﴾

MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN NYA

SEBAGAI PEMBANDING, TERNYATA YANG MELANTIK PAULUS MENJADI RASUL ADALAH ANANIAS, SEORANG MURID YESUS YANG BERHASIL MENYELAMATKAN DIRI SEWAKTU "TUHAN GURU" NYA DITANGKAP, DISIKSA DAN DISALIBKAN.

Sementara Ananias sendiripun bukanlah seorang Rasul ataupun Nabi ?

Sewaktu Yesus ditangkap dan disalibkan tersebut, Ananias termasuk yang melarikan diri ataukah membela Yesus mati-matian ? Tampaknya, termasuk yang melarikan diri meninggalkan Tuhan nya, makanya bisa selamat, walaupun tidak perlu berpura-pura tidak kenal dengan Yesus, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Petrus…..murid tuhan yang lainnya lagi

Kisah 9 TB

10* ¶ Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!”

11* Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,

12* dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.”

13* Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.

14* Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.”

15* Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.

16* Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

17* Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”

Hidayah Milik Allah

Ezra Anak Allah,apakah Al qur'an fitnah atau fakta ?

banyak rekan rekan kristiani yang menyerang Diinul Islam salah satunya klaim bahwa Nabi Uzair /Nev Ezra AS adalah Anak Allah,padahal di dalam kitab Yahudi tidak ada disebutkan satu ayatpun bahwa Uzair adalah anak Allah.

Hidayah Milik Allah

benarkah bahwa AlQur'an hanya klaim belaka atau fitnah atas Nabi Uzair AS.

Insya Allah kajian ini akan membantu untuk memahami bahwa AlQur'an itu Maha Benar FirmanNya Rabbul Jalalahu wa Ta'ala.

=============

At Tawbah:30

=============

Allah Berfirman Di dalam Al qur'an::


وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ عُزَيْرٌ ٱبْنُ ٱللَّهِ وَقَالَتِ ٱلنَّصَـٰرَى ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ ٱللَّهِ ۖ ذَ‌ٰلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَ‌ٰهِهِمْ ۖ يُضَـٰهِـُٔونَ قَوْلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَبْلُ ۚ قَـٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ [٩:٣٠

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling? [QS.AT TAWBAH:30]

ayat ini adalah ayat yang dipermasalahkan oleh sebagian kaum yahudi dan kristen yang belum mengetahui, bahwa ayat ini bukan fitnah melainkan fakta sejarah dan tidak bertentang dengan apa yang mereka yakini...

=====================

Anak Allah di dalam Alkitab

=====================
Israel disebut AnakKu Yang sulung

Exodus 4:22 וְאָמַרְתָּ אֶל-פַּרְעֹה כֹּה אָמַר יְהוָה בְּנִי בְכֹרִי יִשְׂרָאֵל:

"we-amarta el-par'oh koh amar Adonai beni bekhori Yishrael"

Exodus 4:22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman YHWH: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;

Ayat di atas digunakan oleh kaum Yahudi,bahwa mereka adalah anak-anak Allah/bene Elohim.

karna mereka keturunan Israel,namun makna anak-anak Allah bukan bermakna bahwa Allah itu beranak ,melainkan memahami bahwa Tuhan dan hambaNya dekat bagaikan ayah dan anak.

dari ayat ini jelas,apakah salah bahwa Ezra disebut anak Allah???

ayat diatas pun di nyatakan Allah Azza wajalla di dalam Al qur'an mengenai anak Allah.

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ نَحْنُ أَبْنَـٰٓؤُا۟ ٱللَّهِ وَأَحِبَّـٰٓؤُهُۥ ۚ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُم بِذُنُوبِكُم ۖ بَلْ أَنتُم بَشَرٌۭ مِّمَّنْ خَلَقَ ۚ يَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۚ وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَإِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ [٥:١٨

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). [QS.Al Maidah:18] 

dari ayat ini jelas bahkan kaum yahudi dan nasrani juga mengaku sebagai anak-anak Allah dan kekasihnya

apakah Fitnah???

tidak lihat beberapa ayat dibawah ini

Rm 8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Gal 3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

Flp 2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

1Yoh 3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

1Yoh 3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

lagi-lagi Firman Allah Azza wajalla di dalam Al qur'an itu tidak cuma klaim melainkan kebenaran ,dari dalil di Torah,shemot:4:22 dan ayat ayat Kitab Perjanjian baru,

menjadi dasar kaum Yahudi dan Nasrani mengaku sebagai anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya.

jika saudara-saudara kaum yudaism dan kristen mengaku Anak-anak Allah (Bene Elohim)

apalagi Nabi Uzair AS dan Nabi Isa bin Maryam Yang mereka berikan gelar itu.

====================

FAKTA YANG HARUS DIKETAHUI

====================

memang di dalam kitab-kitab yahudi maupun literatur judaism tidak pernah disebutkan bahwa Nabi Uzair di sebut "Anak Allah" "Ben Elohim/Ibn Allah".

namun fakta sejarah yang harus kita ketahui adalah salah satu sekte di kalangan agama yahudi yang disebut "Saduki" adalah kalangan yahudi yang terkontaminasi dengan helenisme.

ketika penghancuran terjadi atas Baitul Maqdish pada 70 M oleh Kerajaan Romawi,dibawah bendera Titus.

ketika itu terjadi diaspora besar besaran keseluruh dunia, dan KAUM SADUKI kebanyakan diaspora ke jazirah arabia, ke yatsrib,kerajaan himyar-yaman dll.

pemahaman saduki akan Nabi Uzair disebut anak Allah, karna beliau di anggap lebih hebat dan lebih tinggi daripada Nabi Musa AS.

Nabi Musa AS menulis Taurat dengan huruf di loh loh batu, maka Nabi Ezra hafal isi Torah di dalam dirinya, oleh sebab itu Nabi Ezra di anggap Torah daging, atau Kitab Torah yang menjadi manusia.

tidak jauh berbeda dengan pemahaman kristen mengenai Nabi Isa yang di anggap Firman Allah yang menjelma ke dunia mengambil wujud manusia.

jadi fakta sejarah pun tidak bisa membantah, bahkan ini adalah kebenaran Firman Allah di dalam Al qur'an, SubhanAllah...

kisah Nabi 'uzair AS di dalam Al qur'an

أَوْ كَٱلَّذِى مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍۢ وَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْىِۦ هَـٰذِهِ ٱللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ ٱللَّهُ مِا۟ئَةَ عَامٍۢ ثُمَّ بَعَثَهُۥ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍۢ ۖ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِا۟ئَةَ عَامٍۢ فَٱنظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَٱنظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ ءَايَةًۭ لِّلنَّاسِ ۖ وَٱنظُرْ إِلَى ٱلْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًۭا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ [٢:٢٥٩

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". [QS.Al Baqarah:259]

هي بيت المقدس راكبا على حمار ومعه سلة تين وقدح عصير وهو عزير

Orang itu bernama Uzair dan lewat di Baitulmakdis dengan mengendarai keledai sambil membawa sekeranjang buah tin dan satu mangkuk perasan anggur (Tafsir Jalalain)

jazakallahu khayron katsiron

Yevarekha HaShem etkhem

semoga bermanfaat

Bagi saudara-saudaraku yang mau menambahkan silahkan komentar...

bagi saudara-saudara kristen yang pengen berdialog masalah ini maka silahkan,dan jangan HUJAT dan OOT.

Refrensii::

1.Al Qur'an Al karim.

2.TaNakh, Aleppo codex

Aleppo codex was written around A.D. 920 in Palestine, probably in the vicinity of Tiberias, where Jewish scholars developed the system of vowel pointing which was to become the standard Masoretic system of vocalization. It received the name of "Aleppo Codex" because for about five centuries it was kept in the synagogue in Aleppo, northern Syria. Prior to this it had been in Cairo (Egypt) for a time. The codex was used as a model for the correct pointing, paragraphing and formatting of the text.

3.Alkitab LAI,

Text of Indonesian Bible (Alkitab), Terjemahan Baru version 

Copyright: Teks Alkitab Terjemahan Baru (TB) (c) Lembaga Alkitab Indonesia 1974 .

4.Tafsir Jalalain

5.Jawaban Rabbi Ben avraham son (Pakar sejarah Yahudi) mengenai Nabi Uzair dan Qur'an:9:30,dan keterkaitan nya dengan sejarah Yahudi sekte saduqiyah.

Powered,The Moslem Jewish Community,Yeshiva Institute-Surabaya,Rav Menachem Eli.

oleh HaDavar

Nama Nabi selain 25 Nabi yang Wajib Diketahui

Jumlah Nabi 124.000, Jumlah Rasul 313

Melengkapi keyakinan dan iman kepada Rasul Allah, bahwa jumlah Nabi dan Rasul yang diketahui umat Islam ada perbedaan, satu kalangan hanya meyakini 25 Nabi dan Rasul, satu kalangan meyakini ada 124.000 Nabi dan 313 Rasul. Satu kesepahaman bahwa Nabi dan Rasul yang pertama adalah Nabi Adam AS, dan Nabi dan Rasul yang terakhir adalah Nabi Muhammad SAW.

Nabi seorang laki-laki yang diutus Allah SWT dan mendapatkan wahyu, tidak wajib menyampaikan kepada umatnya, sedang Rasul laki-laki yang diutus Allah SWT, diberi wahyu, dan wajib menyampaikan risalah kepada umatnya. Seorang Rasul otomatis seorang Nabi. Tidak ada satu umatpun di dunia ini yang tidak diutus kepada mereka seorang Nabi. Sifat Wajib Rasul ada 4 (Shidiq, Amanah, Tabligh, Fathonah), sifat mustahilnya ada 4, sifat jaiz/bolehnya ada 1.

Nama Nabi selain 25 Nabi yang Wajib Diketahui

Bagi seorang muslim wajib mengetahui 25 Nabi dan Rasul karena ke-25 itu tersebut di dalam Al Qur’an, namun jumlah Nabi tidak hanya 25 melainkan 124.000 Nabi, jumlah Rasul juga tidak hanya 25 tapi sebanyak 313 ada juga yang meriwayatkan 315. Kita sering mendengar atau mendapatkan kisah selain 25 Nabi dan Rasul itu, seperti Nabi SYITS AS putra Nabi Adam AS, Nabi KHIDIR AS seorang guru Nabi Musa AS, Nabi SAMUEL AS yang mengkhabarkan kedatangan pemimpin Bani Israel yaitu Thalut untuk melawan Jalut, Nabi UZAIR AS yang dimatikan selama 100 tahun kemudian dihidupkan lagi oleh ALLAH SWT, dan Nabi-Nabi yang lain.

Namun bagi seorang muslim Sunni hanya diwajibkan mengetahui 25 Nabi dan Rasul karena nama-namanya tersebut dalam Al Qur’an yang artinya dalam kisah mereka penuh hikmah yang seharusnya seorang muslim mengetahuinya untuk pengajaran. Walaupun begitu mengetahui kisah Nabi dan rasul yang lain adalah baik agar nampak kebesaran Tuhan dalam membimbing hamba-hambaNya. Nabi dan rasul adalah cahaya ilahi penerang kegelapan bagi hambaNya di dunia ini.

Nama – nama 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui:

Nabi Adam a.s.
Nabi Idris a.s.
Nabi Nuh a.s.
Nabi Hud a.s.
Nabi Saleh a.s.
Nabi Ibrahim a.s.
Nabi Luth a.s.
Nabi Ismail a.s.
Nabi Ishaq a.s.
Nabi Ya’qub a.s.
Nabi Yusuf a.s.
Nabi Ayub a.s.
Nabi Zulkifli a.s.
Nabi Syu’aib a.s.
Nabi Musa a.s.
Nabi Harun a.s.
Nabi Daud a.s.
Nabi Sulaiman a.s.
Nabi Ilyas a.s.
Nabi Ilyasa a.s.
Nabi Yunus a.s.
Nabi Zakaria a.s.
Nabi Yahya a.s.
Nabi Isa a.s.
Nabi Muhammad SAW

Jumlah Nabi dan Rasul
Dalam kitab ats-Tsamaru al-Yani’ah fi Riyadh al-Badi’ah karangan Al-Alim al-‘Allamah asy-Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani dan kitab Qishasul Anbiya tafsir Ibnu Katsir, jumlah nabi secara keseluruhan ada 124.000, sedang rasul berjumlah 313, namun yang wajib diketahui hanya 25. 
Nama Rasul (1 s.d 105) Nama Rasul (106 s.d 209) Nama Rasul AS (210 s.d 313)

1 Adam 106 Imshon 210 Saalum
2 Tsits 107 Kabiir 211 Asyh
3 Anuwsy 108 Saabath 212 Harooban
4 Qiynaaq 109 Ibaad 213 Jaabuk
5 Mahyaa’iyl 110 Basylakh 214 Aabuj
6 Akhnuwkh 111 Rihaan 215 Miynats
7 Idris 112 Imdan 216 Qoonukh
8 Mutawatsilakh 113 Mirqoon 217 Dirbaan
9 Nuh 114 Hanaan 218 Shokhim
10 Hud 115 Lawhaan 219 Haaridh
11 Abhaf 116 Walum 220 Haarodh
12 Murdaaziyman 117 Ba’yul 221 Harqiil
13 Tsari’ 118 Bishosh 222 Nu’man
14 Sholeh 119 Hibaan 223 Azmiil
15 Arfakhtsyad 120 Afliq 224 Murohhim
16 Shofwaan 121 Qoozim 225 Midaas
17 Handholah 122 Ludhoyr 226 Yanuuh
18 Luth 123 Wariisa 227 Yunus
19 Ishoon 124 Midh’as 228 SaaSaan
20 Ibrahim 125 Hudzamah 229 Furyum
21 Isma’il 126 Syarwahil 230 Farbusy
22 Ishaq 127 Ma’na’il 231 Shohib
23 Ya’qub 128 Mudrik 232 Ruknu
24 Yusuf 129 Hariim 233 Aamir
25 Tsama’il 130 Baarigh 234 Sahnaq
26 Tsu’ayb 131 Harmiil 235 Zakhun
27 Musa 132 Jaabadz 236 Hiinyam
28 Luthoon 133 Dzarqon 237 Iyaab
29 Ya’wa 134 Ushfun 238 Shibah
30 Harun 135 Barjaaj 239 Arofun
31 Kaylun 136 Naawi 240 Mikhlad
32 Yusya’ 137 Hazruyiin 241 Marhum
33 Daaniyaal 138 Isybiil 242 Shonid
34 Bunasy 139 Ithoof 243 Gholib
35 Balyaa 140 Mahiil 244 Abdullah
36 Armiyaa 141 Zanjiil 245 Adruzin
37 Yunus 142 Tsamithon 246 Idasaan
38 Ilyas 143 Alqowm 247 Zahron
39 Sulaiman 144 Hawbalad 248 Bayi’
40 Daud 145 Solih 249 Nuzhoyr
41 Ilyasa’ 146 Saanukh 250 Hawziban
42 Ayub 147 Raamiil 251 Kaayiwuasyim
43 A’us 148 Zaamiil 252 Fatwan
44 Dzanin 149 Qoosim 253 Aabun
45 Alhami’ 150 Baayil 254 Rabakh
46 Tsabits 151 Yaazil 255 Shoobih
47 Ghobir 152 Kablaan 256 Musalun
48 Hamilan 153 Baatir 257 Hijaan
49 Dzulkifli 154 Haajim 258 Rawbal
50 Uzair 155 Jaawih 259 Rabuun
51 Azkolan 156 Jaamir 260 Mu’iilan
52 Izan 157 Haajin 261 Saabi’an
53 Alwun 158 Raasil 262 Arjiil
54 Zayin 159 Waasim 263 Bayaghiin
55 Aazim 160 Raadan 264 Mutadhih
56 Harbad 161 Saadim 265 Rahiin
57 Syadzun 162 Syu’tsan 266 Mihros
58 Sa’ad 163 Jaazaan 267 Saahin
59 Gholib 164 Shoohid 268 Hirfaan
60 Syamaas 165 Shohban 269 Mahmuun
61 Syam’un 166 Kalwan 270 Hawdhoon
62 Fiyaadh 167 Shoo’id 271 Alba’uts
63 Qidhon 168 Ghifron 272 Wa’id
64 Saarom 169 Ghooyir 273 Rahbul
65 Ghinadh 170 Lahuun 274 Biyghon
66 Saanim 171 Baldakh 275 Batiihun
67 Ardhun 172 Haydaan 276 Hathobaan
68 Babuzir 173 Lawii 277 Aamil
69 Kazkol 174 Habro’a 278 Zahirom
70 Baasil 175 Naashii 279 Iysaa
71 Baasan 176 Haafik 280 Shobiyh
72 Lakhin 177 Khoofikh 281 Yathbu’
73 Ilshots 178 Kaashikh 282 Jaarih
74 Rasugh 179 Laafats 283 Shohiyb
75 Rusy’in 180 Naayim 284 Shihats
76 Alamun 181 Haasyim 285 Kalamaan
77 Lawqhun 182 Hajaam 286 Bawumii
78 Barsuwa 183 Miyzad 287 Syumyawun
79 Al’azhim 184 Isyamaan 288 Arodhun
80 Ratsaad 185 Rahiilan 289 Hawkhor
81 Syarib 186 Lathif 290 Yaliyq
82 Habil 187 Barthofun 291 Bari’
83 Mublan 188 A’ban 292 Aa’iil
84 Imron 189 Awroidh 293 Kan’aan
85 Harib 190 Muhmuthshir 294 Hifdun
86 Jurits 191 Aaniin 295 Hismaan
87 Tsima’ 192 Namakh 296 Yasma’
88 Dhorikh 193 Hunudwal 297 Arifur
89 Sifaan 194 Mibshol 298 Aromin
90 Qubayl 195 Mudh’ataam 299 Fadh’an
91 Dhofdho 196 Thomil 300 Fadhhan
92 Ishoon 197 Thoobikh 301 Shoqhoon
93 Ishof 198 Muhmam 302 Syam’un
94 Shodif 199 Hajrom 303 Rishosh
95 Barwa’ 200 Adawan 304 Aqlibuun
96 Haashiim 201 Munbidz 305 Saakhim
97 Hiyaan 202 Baarun 306 Khoo’iil
98 Aashim 203 Raawan 307 Ikhyaa
99 Wijaan 204 Mu’biin 308 Hiyaaj
100 Mishda’ 205 Muzaahiim 309 Zakariya
101 Aaris 206 Yaniidz 310 Yahya
102 Syarhabil 207 Lamii 311 Jurhas
103 Harbiil 208 Firdaan 312 Isa ibnu Maryam
104 Hazqiil 209 Jaabir 313 Muhammad SAW
105 Asymu’il

Hadits Tentang Orang yang Didoakan Malaikat

Orang-orang Yang Didoakan Oleh Para Malaikat
Inilah orang – orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”.

(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

hadits tentang orang yang didoakan malaikat

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”

(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan”

(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf”

(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”.

(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia”

(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.

Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’”

(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’”

(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang orang yang berinfak.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’”
(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang sedang makan sahur”

(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh”

(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”

(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Sumber Tulisan Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang – orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005
Back To Top