Berita Terbaru

Motivasi Menulis

Fakta Mengenai Suku Mante Dari Hutan Aceh

Menarik, Berikut adalah Fakta Mengenai Suku Mante Dari Hutan Aceh yang Dikatakan Menjadi Goblin - Suku Manter tiba-tiba teruja untuk dibicarakan sejak ditemui oleh jejak bermotor di pedalaman Aceh. Video menunjukkan angka yang sangat mirip dengan makhluk Goblin yang membawa kayu, dan nampaknya Suku Mante. Buat seketika mereka terkejut, seperti juga angka itu. Kemudian koleksi motosikal mengejar dan angka itu hilang di semak.
Suku Mante sendiri adalah suku yang dikhabarkan hampir pupus.


Berikut adalah SETIAP FAKTA yang akan membincangkan suku Mante yang mereka kata menyerupai Goblin:

Fakta 1: Telah dibincangkan pada tahun 1987

Ternyata suku mante telah dibahas pada halaman kompas pada 1987 dengan tajuk 'Found Again, the Mante Tribe in the Aceh Interior.'

"Umumnya, mereka tinggal di gua-gua, jurang gunung. Pada siang hari mereka berada di sungai-sungai di lembah," kata Gusnar seperti yang dikemukakan oleh Kompas harian, 18 Disember 1987.

Fakta 2: Ciri-ciri Tubuh Mante Tribe

Badan kerdil dengan ketinggian kira-kira 1 meter. Rambut dipecahkan ke punggung, dan ada yang telanjang. Kulit mereka cerah, badan berotot kasar, muka persegi dengan dahi sempit. Kedua-dua kening bertemu di hidung.

Fakta 3: Ia adalah suku terawal di Aceh

Menurut Wikipedia, suku Mante adalah nenek moyang suku kaum lain di Aceh pada masa ini.

Nama mante mula diperkenalkan oleh Dr. Snouck Hurgronje dalam bukunya, De Atjehers. Menurutnya, Mante dapat ditafsirkan untuk menunjukkan kelakuan bodoh dan kebudak-budakan.

Fakta 4: Makna Mante

Nama mante mula diperkenalkan oleh Dr. Snouck Hurgronje dalam bukunya, De Atjehers. Menurutnya, Mante dapat ditafsirkan untuk menunjukkan kelakuan bodoh dan kebudak-budakan.

Fakta 5: Masih Misterius

Walaupun dalam video terdapat jelas sesuatu seperti suku mante. Walau bagaimanapun, suku mante sehingga kini masih dikatakan misteri dan tidak pasti tentang kewujudannya.

Fakta 6: Digunakan untuk ditangkap

Menurut cerita, sepasang suku mante telah ditangkap oleh pasukan baca Aceh Darussalam beratus-ratus tahun yang lalu, lalu mati karena mereka tidak mau makan.

Fakta 7: Mempunyai harga diri yang tinggi

Mante mempunyai harga diri yang tinggi dan lebih suka mati daripada menerima bantuan dari orang lain.

Fakta 8: Kehidupan Mante tinggal

Terdapat berita bahawa suku Mante tinggal di sebuah gua. Tetapi di Youtube, gambar-gambar berikut mengedarkan mengenai kediaman kaum mante:

Ini adalah fakta tentang suku Mante. Mudah-mudahan menambah pandangan anda.

Sujud tilawah adalah

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan orang muslim ketika mendengar atau membaca ayat-ayat sajadah baik dalam shalat maupun diluar shalat. Di dalam al-Qur’an terdapat beberapa ayat sajadah, pada saat membaca atau mendengar ayat-ayat sajadah tersebut seorang muslim disunahkan untuk melakukan sujud tilawah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ أَنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ اِعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي يَقُوْلُ يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُوْدِ فَسَجَدَ فَلَهُ اْلجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُوْدِ فَعَصَيْتُ فَلِي النَّارُ. [رواه أحمد ومسلم وابن ماجه].

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Apabila seseorang membaca ayat sajdah lalu ia sujud, maka menyingkirlah syaithan dengan menangis berkata: Sungguh celaka, manusia diperintah sujud lalu ia sujud, maka baginya surga. Sedangkan aku diperintah sujud tetapi aku membangkang, maka bagiku neraka.” [HR. Ahmad, Muslim, dan Ibnu Majah].


عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا لَمْ نُؤْمَرْ بِالسُّجُوْدِ فَمَنْ سَجَدَ فَقَدْ أَصَابَ وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ. [رواه البخاري].

Artinya: “Diriwayatkan dari Umar ra., ia berkata: Hai sekalian manusia, kita tidak diperintah untuk bersujud, barangsiapa yang bersujud ia mendapat pahala, dan barangsiapa yang tidak bersujud ia tidak berdosa.” [HR. al-Bukhari].
Maka jika dalam shalat sang imam membaca ayat sajadah, seorang makmum harus tetap mengikuti imam, jika sang imam melakukan sujud tilawah makmumpun mengikuti dan jika tidak maka makmumpun tidak. Tata caranya adalah yang pertama melakukan takbir kemudian bersujud dan membaca : “Sajada wajhii lil-ladzii khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam‘ahu wa basharahu wa bi haulihi wa quwwatihi”, berdasarkan hadits:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ فِي سُجُوْدِ الْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ وَبِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ. [رواه أبو داود].

Artinya: “Diriwayatkan dari Aisyah ra., ia berkata: Adalah Nabi saw membaca pada sujud tilawah di malam hari (yang artinya): Wajahku sujud kepada Dzat yang menjadikan dan membentuknya, dan yang memberi pendengaran dan penglihatan dengan kekuatan dan kekuasaannya.” [HR. Abu Dawud].
Sujud tilawah ini cukup dilakukan satu kali saja dan jika sujud tilawah dilakukan di luar shalat maka tidak diwajibkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Ada lima belas ayat-ayat sajdah yang terdapat dalam al-Qur’an, sebagaimana diterangkan oleh hadits:

عَنْ عَمْرَو بْنِ اْلعَاصِ قَالَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ فِي خَمْسَ عَشْرَةَ سَجَدَةً فِي الْقُرْآنِ فِيْهَا ثَلاَثٌ فِي اْلمُفَصَّلِ وَفِي اْلحَجِّ سَجَدَتَانِ. [رواه أبو داود وابن ماجه].

Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Amr bin ‘Ash ra., ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw mengajarkan lima belas ayat sajdah dalam al-Qur’an, tiga di antaranya terdapat dalam surat mufashshal (pendek-pendek) dan dua dalam surat al-Hajj.” [HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah].
Ayat-ayat sajdah yang lima belas itu ialah sebagai berikut:

1. QS. al-A‘raf (7): 206
2. QS. ar-Ra‘d (13): 15
3. QS. an-Nahl (16): 49
4. QS. al-Israa’ (17): 107
5. QS. Maryam (19): 58
6. QS. al-Hajj (22): 18
7. QS. al-Hajj (22): 77
8. QS. al-Furqan (25): 60
9. QS. an-Naml (27): 25
10. QS. as-Sajdah (32): 15
11. QS. Shaad (38): 24
12. QS. Fushshilat (41): 37
13. QS. an-Najm (53): 62
14. QS. al-Insyiqaq (84): 21
15. QS. al-‘Alaq (96): 19

Itu tadi Artikel tentang Dalil, Bacaan, Doa Sujud Tilawah. Semoga bermanfaat. dan tolong komentar jika berkenan.

Oleh: Dzakia Rifqi Amalia | Sumber: Fatwa Tarjih Muhammadiyah

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

orang yang selalu mengingat kematian

Mengingat Orang Mati Ternyata Hati

Pagi masih muda. Saya mendekati seorang pembantu yang mencari kelelahan untuk mencari nafas yang nyaman. Kepalanya berdebar mencari oksigen untuk mengisi paru-paru. Senyum masih diberikan padaku.

"Assalamualaikum mak cik. Mengapa Anda ingin pergi ke bangsal ini? Hari seperti apa itu? "Saya bertanya untuk memulai. File pasien dikodekan satu per satu.

"Waalaikumussalam. Pada awalnya, saya tidak sadar di rumah. Darah tinggi. Anak-anak membawa pembantu ke rumah sakit. Enam hari seorang ibu di ICU. Tetapi Tuhan tetap ingin hidup. Alhamdulillah, dua hari yang lalu, ibuku sadar. Itu sebabnya ada di sini. Masih mengejar. Karena tekanan darah tidak stabil. Tapi itu agak sehat. "


"Aku seperti mati lagi. Saya tidak keberatan enam hari tidak sadar bahwa Tuhan benar-benar ingin memanggil kembali. Rupanya dia masih memberi kesempatan untuk hidup dengan tante. Mungkin Tuhan menginginkan kesempatan untuk bertobat lagi, "katanya dengan kasihan.

Saya mengangguk dan tersenyum. 'Tinggi juga tekanan darah, harus dikatakan mati hidup-hidup,' saya monoologis.

Tiba-tiba pasien lain yang berada di bilik belakang tidak sadarkan diri. Suasana gelisah gelisah. Dokter yang sedang bertugas segera mengembalikan hilangnya pasien segera.

Lima belas menit berjuang dengan waktu dan akhirnya Tuhan masih memberinya kesempatan kedua. Meskipun matanya terus menyusut, nafas dan denyut nadi yang telah lenyap untuk sesaat telah dimulai lagi.

Ada tertulis bahwa ini bukan lagi waktunya untuk dia kembali. Mungkin masih banyak tanggung jawab di dunia yang belum selesai. Bagaimana Tuhan Maha Kuasa untuk segalanya. Untuk sedetik, pulsa itu hilang, dan dia segera kembali.

"Kemuliaan bagi Allah di tangan-Nya dari semua kerajaan, dan Dia mampu melakukan segala sesuatu. Yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji Anda, siapa di antara Anda yang lebih baik dalam perbuatan. Dan Dia Maha Tinggi dalam Mungkin, Maha Pengampun. "(Al-Mulk: 1-2)

Mati. Sebuah kata yang sering kita dengar. Juga kata yang kebanyakan orang pedulikan. Beberapa percaya bahwa kata ini sangat disayangkan ketika dipanggil berulang kali. Tapi, bukankah Islam menegur orang mati untuk menghidupkan kembali hati?

Ibnu Umar berkata: "Aku bersama Rasulullah, maka seorang Ansar mendatanginya dan berkata: Rasulullah! Manakah dari orang-orang percaya yang paling penting? Dia menjawab: Yang terbaik dari karakter mereka. Dia bertanya lagi: Manakah yang paling cerdik beriman?

Dia menjawab: "Yang paling mengingat kematian di antara mereka dan persiapan terbaik setelah kematian. Mereka adalah orang pintar. "(Hadis Sejarah Imam Ibn Majah)

Mengapa Rasulullah mengirim kita untuk mengingat kematian? Karena kematian sudah pasti. Tidak peduli di mana pun di dunia kita, tidak peduli di mana di dalam gua yang kita sembunyikan.

Jika sudah saatnya kita dipanggil kepada Tuhan, kita tidak akan bisa lari dari kematian.

Suatu kali seorang teman berbicara tentang pengalamannya saat berada di departemen darurat. Ada satu kasus kecelakaan yang melibatkan tiga keluarga di mana ibu hanya menderita luka ringan di kaki dan lengan.

Sementara ayah dan anak tiba dalam kondisi kritis dengan pendarahan tanpa akhir. Segalanya dilakukan untuk menyelamatkan anak itu tetapi Tuhan lebih mencintainya.

Setelah setengah jam, ibu tiba-tiba menjadi tidak sadar dan mengikuti anaknya bahkan jika dilihat dari luar tidak ada luka serius.

Sang ayah selamat; dan ketika dia sadar, dia meraung tak percaya dengan berita keberangkatan kedua orang yang mereka cintai. Pemerintahan Tuhan tidak ada yang bisa ditebak. Tidak ada yang bisa menghentikannya.

"Ada satu kasus, seorang saudari yang baik berjalan dari ruang tunggu, dia pergi ke toilet dan kembali. Tiba-tiba dia memuntahkan darah dan terus kolaps. Dan itu tidak bisa diselamatkan. Itu hanya brengsek. Tidak ketinggalan untuk sesaat. Terkadang tanpa diduga, "satu demi satu cerita tentang kematian didengar dan dilihat.

Kematian itu datang tanpa pemberitahuan. Kematian adalah rahasia Tuhan. Kenapa? Sehingga setiap muslim selalu siap menghadapi kematian. Mungkin hari ini kita bisa tertawa, mungkin besok bukan lagi milik kita untuk senyuman bahagia.

Tentunya kita telah mendengar berita kematian yang tidak terduga. Itu tidak harus menjadi sesuatu yang nyata, terkadang terburu-buru juga bisa menjadi yang terakhir yang memisahkan kita dan dunia fana ini.

Ketika Tuhan berkata 'kunfayakun', dalam tidur bahkan hidup dapat dipisahkan dari tubuh. Kehidupan di dunia ini berbeda dengan kehidupan akhirat. Ingatkan kami untuk mati sehingga kami selalu mempersiapkan diri untuk momen-momen yang tidak terduga.

"Sesungguhnya hati manusia itu berkarat seperti berkaratnya besi." Sahabat-sahabat bertanya, "Apakah penggilapnya wahai Rasulullah?" Rasulullah menjelaskan, "Membaca Al-Quran dan mengingat mati." (HR al-Baihaqi)

Sungguh, ini sudah dekat. Malaikat yang mati selalu ada bersama kita, di antara kita, mengikuti gerak tubuh kita, setiap saat dan saat. Izrail tidak hanya mendekati manusia sesaat sebelum mati.

Faktanya, malaikat kematian selalu mengintai dan dekat dengan kita. Bukankah setiap makhluk hidup pernah mati?

Kematian belum pernah mengenal usia, baik tua maupun muda. Itu sebabnya anak muda tidak selalu menjadi tua pada usia. Meski memiliki tubuh yang sehat dan wajah yang tampan dan indah, itu bukan jaminan kematian.

Seseorang melihat kematian itu sebagai ibrah. Ini juga dilihat sebagai peluang untuk mendapatkan sesuatu. Tanpa mengetahui setiap berita kematian adalah pengingat dari-Nya.

"Bawalah ketentuan, karena ketentuan terbaik adalah taqwa." (QS Al Baqarah 2: 197)

Kami tidak pernah membicarakan tentang hati kami - apa yang akan kami lakukan ketika kami diundang? Apakah cukup bahwa kita telah membuat persediaan untuk bertemu dengan Allah?

Apakah kita yakin setiap napas yang dipinjamkan kepada kita telah digunakan untuk jalan-Nya sebagai mas kawin untuk bertemu dengan Tuhan nanti? Semua praktik yang kita lakukan di dunia ini akan bertanggung jawab bahkan untuk ukuran biji mustard.

"Setiap jiwa akan merasa mati. Dan hanya pada Hari Kiamat saja diberikan balasan Kamu . Siapa pun yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, maka dia menang. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu. "(QS Ali Imran 3: 185)

Tanyakan kepada kami - apakah kematian kami akan berjuang untuk agama Tuhan atau dalam bentuk agama Tuhan atau sebaliknya?

Ketika kehidupan ditarik dari tubuh, jiwa kita dilapis dengan kemuliaan atau kebohongan yang terbuka - itu adalah pilihan. Selama kehidupan masih terkandung di dalam tubuh, kita memiliki pilihan untuk menentukan jalan mana yang terbaik sebagai jalan menuju redhaNya.

Waktu bertemu dengannya sudah dekat. Azan dan jarak solat berdekatan. Masing-masing dari nafas ini adalah pinjaman dari-Nya, setiap detik dari hati juga merupakan pinjaman-Nya. Dunia adalah pinjaman. Yang membingungkan itu menyakitkan. Tapi percayalah, pertemuan di surga akan menjadi manis yang abadi.

"Di mana pun Kamu berada, kematian akan membuat Kamu , meskipun Kamu berada di benteng yang kuat. Dan kalau mereka memperoleh kebaikan (kemewahan hidup), mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa bencana, mereka berkata: "Ini adalah dari (sesuatu nahas) yang ada padamu." Katakanlah (wahai Muhammad): " semuanya itu (kebaikan dan bencana) adalah (bersumber) dari sisi Allah. "Maka apakah yang menyebabkan kaum itu hampir-hampir tidak memahami perkataan (munafik)?" (QS An-Nisa ': 78)

Wanita Ini Menceritakan Saat Khawatir untuk Hidup Lagi

Bismillahirrahmanirrahim ...

Semoga Allah berbelas kasihan kepada semua orang yang membaca dan di luar sana.

Saya dipanggil untuk menceritakan kisah-kisah yang telah saya lalui. Masih baru, masih segar dalam ingatan. Efeknya akan terus membuat saya mengingat kembali kisah ini.

Allah Maha Besar, Maha Penyayang.

14 Februari 2017, tanggal suci hidupku. Allah memberi saya tes.

Bagi saya itu berat, tetapi Tuhan tahu yang terbaik. Pada tanggal itu, saya dirawat di rumah sakit karena radang usus buntu.

Apendiks saya pecah, dokter memerintahkan saya untuk berpuasa karena mereka ingin melakukan operasi malam itu. Rasa sakitnya hanyalah Tuhan yang tahu.



Aku masuk rumah ditemani kakak ipar dan ibu mertuaku yang setia menunggu dan tidak putus memberi semangat pada aku. Hanya Tuhan yang dapat membayar kembali layanan mereka.

Malam tiba, saya diarahkan untuk berganti pakaian dan langsung pergi ke dokter bedah. Sampai saat itu, saya takut dan takut.

Jantungku berdetak cepat memikirkan nasibku. Kesan saya mulai merefleksikan suami saya, orang tua saya dan kerabat lainnya.

Setelah dokter memberikan deskripsi tentang operasi, operasi dimulai. Dokter bekerja keras untuk meletakkan semua jenis jarum di tangan saya. Setelah dibius, saya tidak sadar.

Setelah operasi, saya masih tidak sadar, jantung saya berhenti berdetak selama sembilan menit. Tidak sekali tapi 3 kali! Allahurabbi.

Saya dirawat di Unit Perawatan Intensif selama 5 hari dengan semua jenis mesin untuk memperpanjang hidup saya dan membantu saya pada saat itu.

Hari ke 3 saya mulai menyadari, banyak yang datang mengunjungi saya tetapi saya tidak dapat mengingatnya, mungkin karena saya setengah sadar.

Keesokan harinya, kemudian saya sepenuhnya sadar dan mampu mengingat. Melihat wajah suamiku, ibuku, ibu serta ayah mertua dan adikku, semangat aku mulai kuat untuk sembuh.

Semakin hari, kondisi aku semakin baik dan aku dipindahkan ke bangsal biasa ditemani suamiku yang sanggup meninggalkan segala kesibukan assigment dan presentation hanya karena aku.

Kesabaran dan kesetiaan menemani saya dan memenuhi kebutuhan saya pada waktu itu sampai saya diizinkan pulang ketika saya benar-benar sembuh.

Sungguh, Tuhan mengasihi saya karena memberi saya seorang suami untuk saya dan masih diberi kesempatan untuk menikmati hidup dan kesehatan.

Terima kasih Tuhan, terima kasih untuk cintaku.

Juga, terima kasih kepada mereka yang selalu mendukung saya dan bantu saya ketika saya sakit.

Mati hidup kembali. Itu adalah kata yang sering saya ungkapkan ketika saya melihat bekas luka operasi.

Sesungguhnya, Allah Maha Kuasa, oleh Kedatangan-Nya Aku dibangkitkan lagi. Semoga kesempatan ini saya dapat meningkatkan amal saya untuk suplai akhir.

"Impian saya untuk berbagi karya ..." - Syafiq Farhain berbagi perasaan sedih

Syafiq mengunggah foto dengan ayahnya dan teks sedih di akun Instagram-nya.
Penasihat Syafiq Farhain mengungkapkan isi setelah kehilangan ayahnya, Saleem pada hari Minggu.

Syafiq mengunggah foto dengan ayahnya dan teks sedih di akun Instagram-nya (IG).

"Engkau lah idolaku, karena kau jua aku menjadi penyanyi, dari kau jua lah bakat yang tak seberapa ini ku pinjam, kau jua lah yang mengantarkan aku ke perusahaan rekaman ini.Segalanya ..


"Mimpiku untuk berbagi bekerja denganmu hanyalah mimpi yang tidak akan pernah terjadi lagi.

"Terima kasih atas semua layanan Anda Abah..Ain berdoa agar Abah tenang di sana disisi Allah SWT.

"Doa Ain dan semua fans mu di seluruh nusantara ini pasti terus mengalir seiring dendangan suaramu yang takkan pernah lapuk dan lekang dek waktu..Engkau bagai air yang jernih," tulis Syafiq bersama sebuah foto hitam putih.


Rata-rata netizen menyatakan kesedihan karena kehilangan penyanyi, Saleem.

Bahkan, beberapa pengikut juga memberikan kata-kata penyemangat Syafiq melalui ruang komentar di foto.

"@zatisolares: Tetap kuat Syafiq. Tuhan tahu yang terbaik untukmu."

"@Coldyay: Lanjutkan warisan abahmu ye syafiq! You have to be strong. Make him proud of you one day."

"@ N.s_anuar: Stay strong bro. Banyakkan doa untuk arwah dan BERJASALAH pada ibu selagi dia masih ada. Insyaallah kau akan sukses di dunia dan di akhirat."

"@shaffiqerwin: Jadilah kuat! Al fatihah."

"@ Ruslina_80: Kuat dan tabah..Kami tahu syafiq anak yang baik dan terus berjuang ok..We love you and your father..Teruskan karya beliau..Always supports you and your carier."

Saleem atau nama aslinya AM Salim Abdul Majeed meninggal di Pusat Kesehatan Universiti Kebangsaan Malaysia di Cheras sekitar jam 6.30 pagi.

Penyanyi dari Setiu, Terengganu menerima perawatan di PPUKM setelah kecelakaan di jalan pada 20 September.

Kisah Teladan Luqman al-Hakim

Luqman al-Hakim dalam Al-QuranLuqman (Arab: لقمان الحكيم, Luqman al-Hakim, Luqman Ahli Hikmah) adalah orang yang disebut dalam Al-Qur'an dalam surah Luqman [31]:12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya. Ibnu Katsir berpendapat bahwa nama panjang Luqman ialah Luqman bin Unaqa' bin Sadun. Sedangkan asal usul Luqman, sebagian ulama berbeda pendapat. Ibnu Abbas menyatakan bahwa Luqman adalah seorang tukang kayu dari Habsyi. Riwayat lain menyebutkan ia bertubuh pendek dan berhidung mancung dari Nubah, dan ada yang berpendapat ia berasal dari Sudan. Dan ada pula yang berpendapat Luqman adalah seorang hakim pada zaman nabi Dawud.

Kisah Luqman al-Hakim - Dalam sebuah riwayat menceritakan bahwa pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, manakala anaknya mengikut dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, setengah orang pun berkata, "Lihat itu orang tua yang tidak bertimbang rasa, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki." Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu diletakkan anaknya di atas himar itu. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, "Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya sedap menaiki himar itu, sungguh kurang ajar anak itu."

Kisah Teladan Luqman al-Hakim

Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang ramai pula berkata lagi, "Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, mereka sungguh menyiksakan himar itu." Oleh karena tidak suka mendengar percakapan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, "Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai." Dalam perjalanan mereka kedua beranak itu pulang ke rumah, Luqman Hakim telah menasihati anaknya tentang sikap manusia dan celoteh mereka. Ia berkata, "Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah saja. Siapa saja yang mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap satu."

Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, "Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang), dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya). Lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya."

Nasihat Luqman

Di antara nasihat Luqman yang terdapat dalam surah Luqman ialah:

Jangan mempersekutukan Allah (Luqman 31:13).
Berbuat baik kepada dua orang ibu-bapanya (Luqman 31:14).
Sadar akan pengawasan Allah (Luqman 31:16).
Dirikan salat (Luqman 31:17).
Perbuat kebajikan (Luqman 31:17).
Jauhi kemungkaran (Luqman 31:17).
Sabar menghadapi cobaan dan ujian (Luqman 31:17).
Jangan sombong (Luqman 31:19).

Surah Luqman (Arab: لقمان, "Luqman al-Hakim") adalah surah ke-31 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat. Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.

Luqmanul Hakim menurut riwayat yang lebih kuat, bukan seorang nabi. Ia seorang manusia shaleh semata. Akan tetapi Allah menilai dari ketakwaaan dan kesalehannnya. Setidaknya, ada dua manusia yang bukan nabi, tapi namanya diabadikan dalam al-Qur’an menjadi nama surat. Keduanya itu adalah Luqman dan Maryam. Luqman berdarah Arab. Sebagian sejarawan menyebut Luqman berdarah Ibrani, sebagian lain menyebut berdarah Habasyi, dan yang lainnya menyebut berdarah Nubi, salah satu suku di Mesir yang berkulit hitam (aswan sekarang).

Dalam Tarikh nya, Ibnu Ishak menuturkan, bahwa Luqman bernama Luqman bin Bau’raa bin Nahur bin Tareh, dan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar, ayah Nabi Ibrahim as. Wahab bin Munabbih mengatakan bahwa Luqman adalah putra dari saudari kandung Nabi Ayyub as. Muqatil menuturkan, Luqman adalah putra dari bibinya Nabi Ayyub as. Imam Zamakhsyari menguatkan dengan mengatakan: Dia adalah Luqman bin Bau’raa putra saudari perempuan Nabi Ayyub atau putra bibinya. Riwayat lain mengatakan, Luqman adalah cicit Azar, ayahnya Nabi Ibrahim as. Luqman hidup selama 1000 tahun, ia sezaman bahkan gurunya Nabi Daud. Sebelum Nabi Daud diangkat menjadi Nabi, Luqman sudah menjadi mufti saat itu, tempat konsultasi dan bertanya Nabi Daud as.

Para ahli sejarah berbeda pendapat tentang profesinya. Sebagian mengatakan, profesinya adalah tukang jahit. Sebagian lainnya mengatakan tukang kayu, yang lainnya menuturkan tukang kayu bakar, dan terakhir mengatakan sebagai penggembala. Riwayat lain menuturkan bahwa Luqman adalah qadhi pada masa Bani Israil, sekaligus konsultannya Nabi Daud as. Bahkan riwayat lain menuturkan Luqman adalah seorang budak belian dari Habasyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Khalid ar-Rib’i menuturkan: “Luqman adalah seorang budak belian dari Habasyi yang berprofesi sebagai tukang kayu.

Dalam sejarahnya Luqman menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semuanya meninggal dunia ketika masih kecil, tidak ada yang sampai dewasa, namun Luqman tidak menangis, karena hidupnya yang sudah yakin dengan Allah. Wasiat-wasiat Luqman dalam al-Qur’an (QS. Luqman: 13-19). Wasiat-wasiat Luqman lainnya: Selain dalam ayat al-Qur’an, Luqman juga mempunyai banyak wasiat. Wahab bin Munabbih pernah menuturkan: “Saya membaca hikmah Luqman yang jumlahnya lebih dari 10 ribu bab”. Dalam bukunya Min Washaya al-Qur’an al-Karim (1/31-33), Muhammad al-Anwar Ahmad Baltagi, mengutip sebuah riwayat dari Malik bin Anas bahwasannya Luqman pernah menasehati putranya di bawah ini:

01 – Hai anakku: ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama takwa, isinya adalah iman dan layarnya adalah tawakal kepada Allah.

02 – Orang – orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari Allah. Orang yang insaf dan sadar setelah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemulian dari Allah juga.

03 – Hai anakku; orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada Allah, maka dia tawadduk kepada Allah, dia akan lebih dekat kepada Allah dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepadaNya.

04 – Hai anakku; seandainya ibubapamu marah kepadamu kerana kesilapan yang dilakukanmu, maka marahnya ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman.

05 – Jauhkan dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.

06 – Dan Berharaplah selalu kepada Allah tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak mendurhakaiNya. Takutlah kepada Allah dengan sebenar benar takut ( takwa ), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat Allah.

07 – Hai anakku; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya karena tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rusak akhlaknya akan sentiasa banyak melamun hal-hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih

mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.

08 – Hai anakku; engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih lagi dari semua itu, yaitu manakala engkau mempunyai tetangga (jiran) yang jahat.

09 – Hai anakku; janganlah engkau mengirimkan orang yang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.

10 – Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.

11 – Hai anakku; bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau menghadiri majlis perkawinan, pilihlah untuk menziarahi orang mati, sebab hal itu akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkawinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi sahaja.

12 – Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu alangkah lebih baik apabila diberikan kepada binatang sekalipun.

13 – Hai anakku; janganlah engkau langsung menelan sahaja kerana manisnya barang dan janganlah langsung memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, kerana manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.

14 – Makanlah makananmu bersama sama dengan orang orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulama dengan cara meminta nasihat dari mereka.

15 – Hai anakku; bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih ingin terus menambahkannya.

16 – Hai anakku; bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu

dia masih berusaha menginsafkan kamu,maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati hatilah.

17 – Selalulah baik tuturkata dan halus budibahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.

18 – Hai anakku; bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.

19 – Jadikanlah dirimu dalam segala tingkah laku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya~ yang akan mendatangkan cela pada dirimu.

20 – Hai anakku; janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan olah dunia kerana engkau diciptakan Allah bukanlah untuk

dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.

21 – Hai anakku; usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata kata yang busuk dan kotor serta kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain.

22 – Hai anakku; janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yang menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, janganlah menyia-nyiakan hartamu.

23 – Barang sesiapa yang penyayang tentu akan disayangi, siapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandung racun, dan siapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.

24 – Hai anakku; bergaullah rapat dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya karena sesungguhnya hati akan tentram mendengarkan nasihatnya, sehingga hati ini akan hidup dengan cahaya hikmah dari mutiara kata-katanya sebagaimana tanah subur yang disirami air hujan.

25 – Hai anakku; ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau berteman dengan orang yang bermuka dua, karena kelak akan membinasakan dirimu

Kisah Singkat Ja'far bin Abi Thalib

Ja'far bin Abi Thalib - Sepupu Rasulullah SAWJa'far bin Abi Thalib (Arab: جعفر ابن أبي طالب) (dikenal juga dengan julukan Jafar-e-Tayyar) adalah putera dari Abu Thalib (paman dari Nabi Islam Muhammad, dan kakak dari Khalifah ke-4 Ali bin Abi Thalib. Ja'far dibesarkan oleh pamannya, Abbas bin 'Abdul Muththalib, karena ayahnya yang miskin dan harus menghidupi keluarga besar. Terdapat kemiripan antara Ja'far dan Muhammad, baik dalam rupa maupun sifat yang dimiliki. Muhammad memanggil Ja'far, "Bapak orang-orang Miskin", karena ia selalu menolong dan membantu orang miskin dengan semua uang yang dimiliki.

Ayahnya Abū Thālib bin ‘Abdul-Muththalib (Bahasa Arab: أبو طالب بن عبد المطلب) (549/550 - 619) adalah ayah dari Ali bin Abi Thalib juga serta paman dari Nabi Muhammad. Nama aslinya adalah Imran (Arab: عمران), tetapi ia lebih dikenal dengan julukan Abu Thalib, yang artinya bapaknya Thalib. Sebagai pemimpin Bani Hasyim setelah kematian ayahnya, Abdul-Muththalib, ia menjadi pengasuh Nabi Muhammad dan kemudian pendukung utama dalam berdakwah. Ia menikah dengan Fatimah binti Asad dan memiliki 6 orang anak. Abu Thalib bin Abdul Muthalib memiliki empat orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan, yaitu : Thalib bin Abu Thalib, Ja'far bin Abu Thalib, Ali bin Abu Thalib, Aqil bin Abu Thalib, Fakhtihah binti Abu Thalib, Jumanah binti Abu Thalib (Ummi Hani)

Kisah Singkat Ja'far bin Abi Thalib
makam ja'far bin abi thalib

Ja'far bin Abi Thalib - Sepupu Rasulullah SAWJa'far bin Abi Thalib termasuk golongan awal memeluk Islam, sewaktu kecil dia dalam pengasuhan pamannya yaitu Al-Abbas, begitu juga saudaranya Ali bin Abi Thalib berada dalam pengasuhan Nabi Muhammad. ‘Alī bin Abī Thālib adalah salah seorang pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad. Ali adalah sepupu dan sekaligus mantu Muhammad, setelah menikah dengan Fatimah. Ia pernah menjabat sebagai salah seorang khalifah pada tahun 656 sampai 661. Ia adalah Khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin.

Ja'far bin Abi Thalib menikah dengan Asma binti Umays. Asma Binti Umays adalah wanita salehah Muhajirin yang masuk Islam sebelum Nabi Muhammad Saw, masuk ke Darul Arqam rumahnya Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam. Ummu 'Abdillah ‘Asma Binti Umays 'bin 'Ma'bad bin al-Harits bin Taim bin Ka'ab bin Malik bin Quhafah bin 'Amir bin Rabi'ah bin 'Amir bin Mu'awiyah bin Zaid bin Malik bin Basyar bin Wahabullah bin Syahran bin 'Afras bin Khalaf bin Khats'am bin Anmar al-Khats'amiyyah. Ibunya Hindun bin 'Auf bin Zuhair bin al-Harits. Saudari kandungnya, Salma binti Umays, istri Hamzah bin Abdul-Muththalib.

Ja'far dan istrinya kemudian ikut hijrah kedua ke negeri Habasyah (Ethiopia) kemudian melalui dia raja negeri Habasyah, An-Najasyi yaitu Ashhamad bin Al-Abjar masuk Islam setelah menerima surat dari Nabi Muhammad yang dikirim melalui Amr bin Ummayyah Adh-Dhamary. Ja'far bin Abi Thalib kembali pulang dari Habasyah sewaktu penaklukan Khaibar dan ikut menuju Khaibar bersama dengan Abu Musa Al-Asyary. Pada tahun 629, Ja'far bin Abi Thalib ikut perang Mu'tah dan gugur. Selain dia ikut gugur antara lain Zaid bin Haritsah dan Abdullah bin Rawahah. Peperangan itu merupakan peperangan pertama umat islam dengan pasukan Romawi.
Back To Top