loading...

Tata Cara Memandikan Jenazah

Tata Cara Memandikan Jenazah|Segala puji bagi Allah tuhan sekalian alam,salawat dan salam kepada baginda Rasulullah SAW yang selalu memberi tuntunan islam kepada umatnya didalam semua tindakan dan perilaku .ajaran tuntunan islam yaitu ucapan dan sikap atau Ahklak yang terpuji lagi shaleh.
salah satu tuntunan islam adalah tata cara memandikan jenazah.tata cara dan ketentuan dalam memandikan jenazah dalam agama islam ialah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah dan meliputi diantarany : persiapannya, cara memandikan jenazahnya, dan mengeringkan sesudah memandikan.

Tata Cara Memandikan Jenazah

Alat-alat yang digunakan untuk memandikan jenazah umat islam ialah:


  1. Sediakan Kapasnya
  2. Dua buah sarung tangan untuk yang memandikannya .
  3. Satu buah spon penggosoknya
  4. Sediakan Alat penggerusnya untuk menggerus dan menghaluskan kapur barus,Spon-plastik.
  5. Sediakan Shamponya.
  6. Sediakan Sidrin (daun bidara).
  7. Kemudian Kapur barusnya
  8. Dan Maskernya untuk penutup hidung yang memandikannya.
  9. Sediakan Guntingnya untuk memotongkan pakaian jenazahnya sebelum memandikannya.
  10. Sediakan Airnya.
  11. Sediakan Minyak wanginya.
  12. Dan Terakhir Daun Sidr (Bidara)nya.

2. Menutupkan aurat mayat
Kita dianjurkan juga menutupkan aurat mayat pada ketika memandikan-nya. Dan melepaskan pakaian-nya,dan menutupi dari pemandangan orang ramai.karena mayat barangkali ada didalam suasana yang tiada layak untuk kita lihatnya.kemudian papan pemandiannya agak dimiringkan ke arah dua kaki mayit agar apa-apa yang keluar dari jasad mayit mudah untuk mengalir darinya.

3.cara memandikan jenazah
Seseorang yang memandikan memulainya dengan melunakkan persendian tulang jenazahnya.Jika kuku jenazah panjang,dipotongkan agar bersih. Dan begitu juga bulu keteknya.dan Apabila pada bulu kelaminnya, maka janganlah mendekatinya,Sebab itu adalah aurat yang besar.Lalu yang memandikanya mengangkatkan kepala jenazah sehingga hampir dekat dengan posisi duduknya.Kemudian mengurut-urut perut mayit dengan perlahan-lahan untuk mengeluarkan kotoran yang masih didalam perut-nya. Hendaklah perbanyakkan siram air untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang keluar darinya.Untuk Membaca Artikel Lainnya:Tanda-Tanda Husnul Khotimah

Orang yang memandikan mayit hendaklah memakaikan lipatan kain tangan-nya atau sarung tangannya untuk menghilangkan kotoran jasad jenazah (menghilangkan kotoran qubul dan dubur jenazah) tampa kita harus lihat atau menyentuh langsung aurat mayit,jika jenazah berumur 7 tahun ke atas.

4. Mewudhukkan Jasad jenazahnya
Seterusnya yang memandikannya niat (dalam hatinya)supaya memandikan mayit sambil membaca basmalah.Kemudian mewudhukkan jasad mayitnya sebagaimana wudhuk untuk shalat.Tapi tidak perlu masukkan air dalam hidung dan mulut jenazahnya,namun cukuplah dengan masukkan jari yang sudah dibungkuskan dengan kain dan dibasahkan di bibir si mayit kemudian menggosok gigi-nya dan dua lubang hidungnya hingga suci.
Seterusnya,kita dianjurkan juga agar mencuci rambut dan jenggot jika ada, dengan kapas perasan daun biyadara atau bisa juga dengan busa sabunnya. Dan sisa perasan daun bidaranya gunakan untuk membasuhkan seluruh jasad mayitnya.

5. Membasuhkan Tubuh jenazahnya
 Membasuh anggota tubuh sebelah kanan jenazahnya.mulailah dari sisi kanan tengkuk-nya,Lalu tangan kanan-nya dan bahu kanan mayit,Lalu belahan dadanya yang sebelah kanannya,lalu sisi tubuh-nya yang sebelah kanannya,Lalu paha,dan telapak kakinya yang sebelah kanannya.

Seterusnya yang memandikan membalikkan sisi tubuh-nya sehingga miring ke sebelah kiri,Lalu membasuhkan belahan punggung yang sebelah kanannya.Lalu dengan cara yang sama membasuhkan anggota badan jenazah yang sebelah kirinya,kemudian membalikkan sehingga miring sebelah kanannya dan membasuhkan belahan punggung yang sebelah kirinya. Dan tiap kali membasuhkan  bagian perut mayitnya keluar kotoran darinya,dan hendaklah dibersihkan juga.Artikel Lainnya:Kehidupan Manusia Sesudah Mati Dalam Islam


Ramainya memandikannya:Jika telah suci, maka yang harus ialah memandikan-nya 1 x dan mustahab (dicintai/sunnahnya) 3 kali. Adapun bila belum dapat suci, maka boleh ditambah juga memandikan mayit hingga suci atau hingga 7 kali (lebih bila memang dibutuhkannya). Dan dicintai untuk tambahkan kapur barus pada pemandian yang ter akhirnya,sebab dapat wangikan mayit dan menyejukkan ia. Oleh sebab itu ditambahkan-nya kapur barus ini pada pemandiannya yang ter akhir kali biarr bau-nya tiada hilang .


Dan dianjurkan juga untuk air yang dipakaikan untuk memandikan mayat ialah air yang sejuknya,melainkan bila yang memandikannya butuhkan air panas untuk mmbersihkan kotoran yang masih ada pada  mayat.boleh juga gunakan sabun untuk membersihkan kotorannya.tapi jangan menggosokkan badan mayat dengan kuat dan keras.boleh membersihkan gigi si mayit dengan siwak. Dan juga menyisirkan rambutnya mayat,karena rambut-nya akan jatuh dan berjatuhan.


Sesudah siap dari mandikan mayatnya,yang memandikan mengelap-nya dengan kain.Lalu potong kumis dan kukunya bila panjang, dan cabut bulu keteknya (bila itu belum dikerjakan sebelum memandikan) dan letakkan seluruh yang dipotongkan itu bersama-nya dalam kain kafannya.Lalu bila mayit itu ialah wanitanya, maka rambut kepala-nya dipilin menjadi 3 pilinan kemudian ditaruh di belakang (punggung-nya).

Faedahnya


Bila masih  ada  kotoran yang keluar (seperti: kencing, nanah atau darah) sesudah dibersih sebanyak (7) tujuh x, haruslah menutupi alat kelaminnya (tempat keluarnya kotoran tersebut) dengan kapas khusus untuk mayat, setelah dicuci kembali  dengan anggota yang telah terkena najis tersebut, lalu si mayat diwudhu'kan kembali. Sedang bila sesudah dikafankan juga masih keluar , tiadalah perlu untuk mengulangi memandikannya, karena hal tersebut akan sangat repot.


Apabila si mayat meninggalkan dunia ini dalam kondisi menggunakan kain ihram dalam rangka sedang menunaikan ibadah haji atau umroh, maka haruslah dimandikan dengan air ditambah perasaan daun biyadara bagaikan yang sudah dijelaskan di atas. Yakni tiada perlu dipakai wangian dan tiada perlu ditutupi otaknya (bagi jenazah laki-laki). Berdasarkan sobda Rosulullah SAW mengenai seorang yang meninggal dalam kondisi berihram pada waktu melakukan haji.


Orang yang meninggal syahid di medan peperangan tiada perlu dimandikan, namun haruslah dikuburkan bersama pakaian yang melekat pada tubuh tersebut. Demikian juga mereka tiada perlu disembahyangkan.


Janin yang gugor, jika sudah memasuki usia 4(empat) bulan di kandungan sang ibu, mayatnya haruslah kita mandikan, disembahyang dan diberi nama untuknya. Adapun sebelum itu dia hanyalah sekirat benih yang bisa dimakamkan di mana saja tanpa harus dimandikan dan disembahyangkan.


Jika ada halangan untuk segera memandikan mayat, contohnya tiada  air atau keadaan mayat yang telah tercabik-cabik atau kosong, maka cukuplah ditaymum saja. Yakni  seseorang di antara mereka memepuk pada tanah dengan dua tangannya lalu membasuh pada wajah dan kedua punggung tapak tangan  mayat tersebut.


Haruslah orang yang memandikan mayat menutupi apa pun yang tiada baik untuk dilihat pada tubuh si mayat itu, contohnya keadaan gelap yang ada pada wajah si mayat, ataupun cacatnya  yang ada pada tubuh si mayat dan lain-lain.Tata Cara Memandikan Jenazah,,,semoga bermanfaat

Tata Cara Memandikan Jenazah Rating: 4.5 Posted by: Abu sigly Ahlussunnah waljamaah