Parang Sakti Kerajaan Bima

Parang Sakti Kerajaan Bima|Parang atau golok digambar ini konon katanya mempunyai kesaktian yang luar biasa terutama bila digunakan pada saat melarat pada masa kerajaan dan kejayaan dan sultan Bima. Diberi nama dengan Laa Nuggunti Rantie sebab konon katanya bisa memotong apa pun tergolong Besi dan Baja.Didalam Kitabnya BO (Kitab Kuno Kerajaan Bima) parang sakti itu dibuat pada abad ke-14 adalah pada masa Pemerintahannya Batara Indra Bima. La Nuggunti Rantie adalah parang yang Pendeknya dengan panjang 25 cm dan lebarnya 10 cm.


Parang Sakti Kerajaan Bima
Menurutnya Muslimin Hamzah didalam buku Ensiklopedianya Bima, ada penelitian dari oleh seorang ahli dari Sri Langka bahawa kembarannya  parang ini hanya da di negerinya.tentunya kita perlu suatu penelitian mendalam sebab didalam tulisan sejarah Bima Sri Langka dan Sailone adalah salah satu tempat pembuangan salah seorang Sultanahh dari kesultanan Bima adalah yang dikenal dengan nama Kumala Bumi Partiga yang memerintahkn kerajaan pada tahun 1748 – 1751).Dan Bumi Partiga ialah sultanah wanita dari sultan Bima adalah sultanah yang ke 7.Berita Menarik Lainnya:Rahasia Mengejutkan Tersembunyi Di Patung Budha

Golok Sakti itu sekarang masih ada dan disimpan di Mesium Asy Mmbojo.parang Ini ialah kekayaannya dan warisannya sejarah Bima yang perlu kita selamatkan dari tangan-tangan yang jahil.Karena pasca wafatnya Sultan Muhammad Salahuddin pada tahun 1951 banyak warisan Istana Bima hilang ntah dimana.Dan Pada masa peralihannya kesultanan Bima pada Pemerintahan Swapraja Bima ada gelombang kontra sultan Bima dan banyak sekali benda warisan yang dijarah oleh otk.Banyak harta pusaka itu dipalsukan oleh oknum yang tiada tanggung-jawabnya dikit pun,dan di jualnya dengan harganya bermiliar rupiahnya. Ceritanya , La Nggunti Rante pula pernah ingin dijualkan,tetapi kembali lagi dengan sendiri ke Istana Bima.

Hjj. Siti Maryam,beliau adalah salah seorang puteri Sultan Muhammad Salahuddin mengkisahkan bahawa banyak kejanggalannya dan misteri seputar benda warisan itu. Sejak dari tahun 1951, benda-benda warisan itu bagai barang tiada adaa tuannya.benda pusaka itu di rebut pihak Istana dan aparat Pemerintahan pada waktu itu. Banyak sekali  benda itu dijual-belikan di Bali,dan dijadikan sebagai koleksi pribadinya para pejabat dan diganti dengan imitasi murahan untuk mengelabui aparat penegak hukumnya. Sebab benda itu ialah warisan cagar budaya dilindungi Undang-Undangnya.
Supaya pemeliharaannya benda pusaka itu serta manajemen yang profecional dan petugas yang bisa dpercaya supaya benda itu tetap ada sepanjang zamannya.Penerus masa kini dan masa depan nantinya sangatlah harus tahu hasil kreasi Kerajaan Bima dan warisan yang tidak ternilai harganya dan dari leluhur mereka.Supaya mereka tahu yang bahawa tanah tumpah darah ialah tanah yang kaya raya dan penuh Warisan sejarahnya.Demikianlah cerita singkat Parang Sakti Kerajaan Bima semoga kita bangga menjadi bangsa yang Besar dengan Warisan Budaya nya.

Parang Sakti Kerajaan Bima Rating: 4.5 Posted by: Abu sigly Ahlussunnah waljamaah