Bunuh Rohingya,Militer Myanmar Tembak Dulu Baru Bertanya

Sedikitnya 70 warga Rohingya tewas terbunuh di negara bagian Rakhine dalam gelombang kekerasan baru terhadap etnis minoritas Muslim Myanmar itu.Menurut pengamat,warga sipil Rohingya kembali menjadi sasaran kebengisan militer Myanmar yg mempunyai catatan buruk pelanggaran hak asasi manusia.

" Masalahnya,tentara Burma Myanmar mempunyai catatan yg sangat buruk jika berhubungan dengan warga sipil.Mereka benar-benar menembak dulu,baru bertanya kemudian, " kata Phil Robertson,wakil direktur divisi Asia di lembaga HAM Human Right Watch (HRW), seperti dikutip CNN.

Pemerintahan pimpinan Aung San Suu Kyi berdalih mengejar teroris saat menggelar operasi di desa-desa Rohingya di Rakhine.Namun kenyataannya,berbagai laporan kekerasan terlihat,seperti pembunuhan,penyiksaan, pembakaran hingga perkosaan terhadap warga Rohingya dilakukan oleh tentara Myanmar.

http://infomasihariini.blogspot.com/2016/11/bunuh-rohingyamiliter-myanmar-tembak.html

Suu Kyi yg dilabeli sebagai tokoh demokrasi Myanmar hingga saat ini tidak terlihat batang hidungnya.Peraih Penghargaan Nobel Perdamaian ini bungkam dalam mengomentari kekerasan terhadap Rohingya.

Rohingya,warga yang tidak mempunyai kewarganegaraan,menjadi target serangan militer setelah 300 orang bersenjata menyerang dan membunuh tentara dan polisi Myanmar. Pemerintah Suu Kyi tidak  menyebut siapa pelakunya,namun PBB mengatakan bentrokan terjadi antara " organisasi etnis bersenjata " dengan militer.

Sejak saat itu,polisi dan tentara menutup wilayah Maungdauw di Rakhine dan Rohingya kena getahnya.Tentara menyisir desa-desa Rohingya yg diyakini tempat bersembunyi para penyerang aparat.Dalam penyisiran,pembunuhan dan penjarahan dilakukan militer terhadap etnis yg dijuluki " paling tertindas di dunia " itu.

HRW mencatat lebih dari 1.000 rumah warga Rohingya rata dengan tanah.Bangunan-bangunan mereka dibakar,terlihat dari titik-titik api pada citra satelit pada beberapa desa. Militer juga mengerahkan helikopter utk menembaki warga Rohingya di Rakhine.

" Mereka melakukan bumi-hangus.Militer memangberhak mencari siapa yg menyerang penjaga perbatasan,tapi ini sudah berlebihan, " kata Robertson.

Menurut Komisi Penasihat utk Negara Bagian Rakhine yg juga mantan Sekjen PBB,Kofi Annan,kekerasan terhadap Rohingya membuat negara itu " kembali tidak stabil dan menyebabkan pengungsi baru. "

Gelombang kekerasan kali ini membuat 30 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Berbagai lembaga non-pemerintahan menyebut pemerintah melarang mereka masuk ke daerah konflik,informasi dari wilayah itu juga terbendung.Mereka juga mendesak pemerintah Myanmar memperbolehkan masuk pelapor PBB utk menyelidiki kekerasan dan pelanggaran HAM.
Baca Juga:Kondisi Muslim Rohingya Memburuk.
" Ini benar-benar peningkatan kekerasan,dan dikombinasikan dengan melarang masuk semua orang ke wilayah itu. Membiarkan Militer Burma menyelidiki sendiri adalah jurus utk menutupi kejahatan, " lanjut Robertson.

Bunuh Rohingya,Militer Myanmar Tembak Dulu Baru Bertanya Rating: 4.5 Posted by: Rahmi Fajri