Tata Cara Ibadah Haji

Haji adalah rukun (tiang agama) Islam yg kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yg dilaksanakan kaum muslim sedunia yg bisa (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yg dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yg bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.

Syarat Haji

1. Islam

2. Akil Balig

3. Dewasa

4. Berakal

5. Waras

6. Orang merdeka (bukan budak)

7. Mampu,baik dalam hal biaya,kesehatan,keamanan,dan nafkah buat keluarga yg ditinggal berhaji



Rukun Haji
Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yg wajib dilakukan dalam berhaji.Rukun haji tsb adalah :

1. Ihram

2. Wukuf di Arafah

3. Tawaf ifâdah

4. Sa`i

5. Mencukur rambut di kepala atau memotongnya sebagian

6. Tertib

Rukun haji tsb harus dilakukan secara berurutan dan menyeluruh.Jika salah satu ditinggalkan,maka hajinya tidak sah.

Wajib Haji

1. Memulai ihram dari mîqât (batas waktu dan tempat yg ditentukan utk melakukan ibadah haji dan umrah)

2. Melontar jumrah

3. Mabît (menginap) di Mudzdalifah,Mekkah

4. Mabît di Mina

5. Tawaf wada` (tawaf perpisahan)

Jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan,maka hajinya tetap sah,namun harus membayar dam (denda).

Pelaksanaan Ibadah Haji (Manasik Haji)

Tata Cara Ibadah Haji


Tata cara manasik haji adalah sebagai berikut :

1. Melakukan ihram dari mîqât yg telah ditentukan
Ihram dapat dimulai sejak awal bulan Syawal dengan melakukan mandi sunah,berwudhu,memakai pakaian ihram,dan berniat haji dengan mengucapkan Labbaik Allâhumma hajjan,yg artinya `aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah,utk berhaji`.

Kemudian berangkat menuju arafah dengan membaca talbiah utk menyatakan niat :

Labbaik Allâhumma labbaik,labbaik lâ syarîka laka labbaik,inna al-hamda,wa ni`mata laka wa al-mulk, lâ syarîka laka

Artinya :
Aku datang ya Allah,aku datang memenuhi panggilan-Mu;Aku datang,tiada sekutu bagi-Mu,aku datang ; Sesungguhnya segala pujian,segala kenikmatan,dan seluruh kerajaan,adalah milik Engkau ; tiada sekutu bagi-Mu.

2. Wukuf di Arafah
Dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah,waktunya dimulai setelah matahari tergelincir sampai terbit fajar pada hari nahar (hari menyembelih kurban) tanggal 10 Zulhijah.

Saat wukuf,ada beberapa hal yang harus dilakukan,yaitu:shalat jamak taqdim dan qashar zuhur-ashar,berdoa,berzikir bersama,membaca Al-Qur`an,shalat jamak taqdim dan qashar maghrib-isya.

3. Mabît di Muzdalifah,Mekah
Waktunya sesaat setelah tengah malam sampai sebelum terbit fajar.Disini mengambil batu kerikil sejumlah 49 butir atau 70 butir untuk melempar jumrah di Mina,dan melakukan shalat subuh di awal waktu,dilanjutkan dengan berangkat menuju Mina. Kemudian berhenti sebentar di masy`ar al-harâm (monumen suci) atau Muzdalifah untuk berzikir kepada Allah SWT (QS 2 : 198),dan mengerjakan shalat subuh ketika fajar telah menyingsing.

4. Melontar jumrah `aqabah
Dilakukan di bukit `Aqabah,pada tanggal 10 Zulhijah,dengan 7 butir kerikil,kemudian menyembelih hewan kurban.

5. Tahalul
Tahalul adalah berlepas diri dari ihram haji setelah selesai mengerjakan amalan-amalan haji.

Tahalul awal,dilaksanakan setelah selesai melontar jumrah `aqobah,dengan cara mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.

Setelah tahalul,boleh memakai pakaian biasa dan melakukan semua perbuatan yg dilarang selama ihram,kecuali b3rhubun94n b4d4n.

Bagi yg ingin melaksanakan tawaf ifâdah pada hari itu dapat langsung pergi ke Mekah utk tawaf. Dengan membaca talbiah masuk ke Masjidil Haram melalui Bâbussalâm (pintu salam) dan melakukan tawaf.Selesai tawaf disunahkan mencium Hajar Aswad (batu hitam),lalu shalat sunah 2 rakaat di dekat makam Ibrahim,berdoa di Multazam,dan shalat sunah 2 rakaat di Hijr Ismail (semuanya ada di kompleks Masjidil Haram).

Kemudian melakukan sa`i antara bukit Shafa dan Marwa,dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwa.Lalu dilanjutkan dengan tahalul kedua,yaitu mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.

Dengan demikian,seluruh perbuatan yg dilarang selama ihram telah dihapuskan,sehingga semuanya kembali halal utk dilakukan.Selanjutnya kembali ke Mina sebelum matahari terbenam utk mabît di sana.

6. Mabît di Mina
Dilaksanakan pada hari tasyrik (hari yg diharamkan utk berpuasa),yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.Setiap siang pada hari-hari tasyrik itu melontar jumrah ûlâ,wustâ,dan`aqabah,masing-masing 7 kali.

Bagi yg ingin nafar awwal (meninggalkan Mina tanggal 12 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah saja.Tetapi bagi yg ingin nafar sânî atau nafar akhir (meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan selama tiga hari (11,12,dan 13 Zulhijah).

Dengan selesainya melontar jumrah maka selesailah seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji dan kembali ke Mekah.

7. Tawaf ifâdah
Bagi yg belum melaksanakan tawaf ifâdah ketika berada di Mekah,maka harus melakukan tawaf ifâdah dan sa`i. Lalu melakukan tawaf wada` sebelum meninggalkan Mekah utk kembali pulang ke daerah asal.

Larangan dalam Haji
Hal-hal yg tidak boleh dilakukan oleh orang yg sudah memakai pakaian ihram dan sudah berniat melakukan ibadah haji/umrah adalah :

1. Melakukan hu6un94n b4d4n atau apa pun yang dapat mengarah pada perbuatan hubungan b4d4n
2. Melakukan perbuatan tercela dan maksiat
3. Bertengkar dengan orang lain
4. Memakai pakaian yg berjahit (bagi laki-laki)
5. Memakai wangi-wangian
6. Memakai khuff (kaus kaki atau sepatu yg menutup mata kaki)
7. Melakukan akad nikah
8. Memotong kuku
9. Mencukur atau mencabut rambut
10. Memakai pakaian yg dicelup yg mempunyai bau harum
11. Membunuh binatang buruan
12. Memakan daging binatang buruan

Baca Juga:6 Keutamaan Ibadah Haji

Demikianlah uraian singkat mengenai tata cara ibadah semoga dapat bermanfaat untuk pembaca semua.

Tata Cara Ibadah Haji Rating: 4.5 Posted by: Rahmi Fajri